Seorang petani sedang menyiram pupuk. (Foto: RMOLSumut)
Seorang petani sedang menyiram pupuk. (Foto: RMOLSumut)
Langkah hukum ini diambil Nasri setelah lahan seluas 0,5 hektare di Desa Pesikaian yang dikelolanya sejak 2005-2006 tiba-tiba masuk dalam zona kawasan hutan tanpa sosialisasi memadai. Kini, petani kelahiran 1953 itu terancam denda administratif mencekik hingga Rp25 juta per hektare per tahun.
"Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum," bunyi kutipan permohonan Nasri dikutip Kantor Berita RMOLSumut, Minggu (19/4/2026).
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 01 September 2026 | 15:17
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
UPDATE
Kamis, 10 September 2026 | 00:17
Kamis, 10 September 2026 | 00:06
Rabu, 09 September 2026 | 23:52
Rabu, 09 September 2026 | 23:32
Rabu, 09 September 2026 | 23:22
Rabu, 09 September 2026 | 23:20
Rabu, 09 September 2026 | 23:00
Rabu, 09 September 2026 | 22:59
Rabu, 09 September 2026 | 22:45
Rabu, 09 September 2026 | 22:31