Berita

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Kemenkop Libatkan Mahasiswa Perkuat Koperasi Desa dan Hilirisasi Kelapa

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbagai upaya dilakukan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam memperkuat posisi Halmahera Utara sebagai sentra produksi kelapa nasional. Salah satunya lewat kegiatan bertajuk “Membangun Ekosistem Usaha dan Perluasan Pasar Koperasi” yang digelar di Tobelo.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari, membuka secara resmi agenda yang mempertemukan pemangku kepentingan kebijakan dengan pelaku usaha koperasi setempat. 

Pemerintah daerah telah menyiapkan roadmap hilirisasi jangka panjang serta rencana ekspansi ekspor guna memastikan komoditas kelapa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.


Selama ini, pemanfaatan kelapa di wilayah tersebut masih menyisakan tantangan lingkungan, di mana sabut kelapa kerap dimusnahkan dengan cara dibakar sehingga memicu polusi udara. 

“Upaya pengawalan ini krusial untuk memastikan bahwa hilirisasi tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi memberikan manfaat nyata berupa peningkatan kesejahteraan bagi anggota koperasi dan masyarakat di sekitar sentra produksi,” ucap Destry dikutip Minggu, 19 April 2026.

Kemenkop juga meluncurkan program kolaborasi strategis bersama akademisi melalui kegiatan bertajuk “Generasi Muda Penggerak Koperasi Masa Depan”. Agenda ini dirangkaikan dengan pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hein Namotemo (UNHENA) yang berlangsung di Tobelo.

Program ini dirancang untuk memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui keterlibatan aktif generasi muda dalam meningkatkan literasi koperasi di tingkat akar rumput.

Sebanyak 150 mahasiswa UNHENA disiapkan untuk diterjunkan ke berbagai desa di wilayah Kabupaten Halmahera Utara selama dua bulan ke depan. Para mahasiswa ini akan dibagi ke dalam 15 kelompok kerja yang masing-masing akan mendampingi dan melaksanakan program KKN di 15 KDKMP yang tersebar di wilayah tersebut.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas mahasiswa agar mampu mendorong literasi koperasi di tengah masyarakat. Kami ingin menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat desa,” ujar Destry.

Keterlibatan mahasiswa diharapkan menjadi katalisator bagi warga desa untuk lebih memahami manfaat berkoperasi. Melalui pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya berperan dalam meningkatkan literasi koperasi, tetapi juga mendampingi koperasi dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal menjadi unit usaha baru yang produktif dan berkelanjutan.

Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri serta memiliki jiwa kewirausahaan. Mereka tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai penggerak dan pencipta lapangan kerja di tengah masyarakat.

Destry menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Kemenkop dalam memastikan koperasi tetap relevan bagi generasi muda. Dengan hadirnya mahasiswa di tengah KDKMP, diharapkan terjadi transformasi digital maupun manajerial yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya