Berita

Selat Hormuz (Foto: Monocle)

Dunia

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Buntut Blokade AS

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 08:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali memuncak setelah Iran pada Sabtu waktu setempat, 18 April 2026, mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz, hanya beberapa jam setelah jalur strategis itu sempat dibuka. 

Komando militer Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz kembali berada di bawah kendali ketat angkatan bersenjata, seraya menyebut kebijakan blokade Amerika Serikat sebagai pemicu utama.

“Pengendalian Selat Hormuz telah kembali ke status sebelumnya dan berada di bawah manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata," bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari AFP.


Pemerintah Iran menilai tindakan Washington sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan tidak resmi yang sebelumnya memungkinkan lalu lintas terbatas kapal dagang. 

Dikatakan bahwa selama blokade masih diberlakukan, maka jalur vital tersebut akan tetap berada di bawah kendali militer secara penuh.

Mengutip laporan Reuters, kapal-kapal niaga sempat mencoba melintasi selat tersebut setelah sehari sebelumnya ada pemberitahuan bahwa jalur pelayaran akan dibuka secara terbatas. Namun, situasi berubah drastis ketika otoritas Iran kembali memberlakukan larangan penuh.

Sumber pelayaran dan keamanan maritim menyebutkan, setidaknya dua kapal dilaporkan terkena tembakan dari kapal Iran. 

Insiden terjadi di perairan antara Pulau Qeshm dan Larak, memaksa kapal-kapal tersebut berbalik arah tanpa menyelesaikan pelayaran.

Badan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga menerima laporan insiden sekitar 20 mil laut timur laut Oman. 

Kapten sebuah kapal tanker menyatakan bahwa kapalnya didekati dua kapal bersenjata milik Korps Garda Revolusi Islam Iran yang kemudian melepaskan tembakan. Meski demikian, kapal tanker dan seluruh awak dilaporkan dalam kondisi selamat.

Selain itu, sebuah kapal kontainer juga dilaporkan terkena tembakan dalam insiden terpisah.

Dalam siaran radio VHF yang diterima sejumlah kapal, Angkatan Laut Iran menyatakan: "Perhatian semua kapal, sehubungan dengan kegagalan pemerintah AS untuk memenuhi komitmennya dalam negosiasi, Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup sepenuhnya. Tidak ada kapal jenis atau kewarganegaraan apa pun yang diizinkan untuk melewati Selat Hormuz."

Penutupan ini berdampak besar terhadap lalu lintas global. Ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk, menunggu kepastian untuk melintasi Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair dunia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya