Berita

Ilustrasi peta Selat Hormuz (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube WSJ)

Bisnis

IEA: Pemulihan Produksi Energi Timur Tengah Butuh Waktu Dua Tahun

SABTU, 18 APRIL 2026 | 11:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemulihan produksi energi di Timur Tengah pasca-konflik diprediksi memerlukan waktu sekitar dua tahun. 

Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol mengungkapkan, durasi normalisasi ini akan bervariasi di tiap negara bergantung pada kondisi infrastruktur masing-masing.

"Di Irak, misalnya, akan memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan di Arab Saudi. Namun, kami memperkirakan secara keseluruhan akan membutuhkan sekitar dua tahun untuk kembali ke tingkat sebelum perang," terangnya, dalam wawancaranya dengan surat kabar Neue Zürcher Zeitung dikutip dari Reuters, Sabtu 18 April 2026. 


Birol menilai bahwa selama ini pelaku pasar cenderung menganggap remeh dampak jangka panjang dari penutupan Selat Hormuz. Meskipun pasokan sempat terjaga karena kiriman yang telah berangkat sebelum konflik di Iran pecah, stok tersebut kini mulai menipis.

"Namun, tidak ada kapal tanker baru yang dimuat pada bulan Maret. Tidak ada pengiriman baru minyak, gas, atau bahan bakar ke pasar Asia. Kesenjangan ini kini mulai terlihat. Jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali, kita harus bersiap menghadapi harga energi yang jauh lebih tinggi," jelasnya. 

Menanggapi potensi pelepasan cadangan minyak darurat menyusul kebijakan serupa pada Maret lalu, Birol menegaskan bahwa IEA siap mengambil langkah cepat dan berani. 

"Kami belum sampai ke tahap itu, tetapi hal tersebut jelas sedang dipertimbangkan," pungkas Birol.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya