Berita

Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. (Foto: Antara)

Politik

Pesan Jimly untuk Hakim MK: Jangan Terikat Lembaga Pengusul

SABTU, 18 APRIL 2026 | 03:05 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie mengingatkan hakim konstitusi agar menjaga independensi, termasuk soal relasi dengan lembaga pengusul. 

Jimly menegaskan, wajar bagi hakim yang diusulkan oleh DPR, Presiden, maupun Mahkamah Agung (MA) untuk menyampaikan rasa terima kasih. Namun, hal tersebut tidak seharusnya dipelihara terus-menerus.

“Terima kasih itu harus, tapi cukuplah sekali saja,” ujar Jimly di Jakarta, Jumat 17 April 2026.


Menurutnya, ucapan terima kasih yang berulang justru bisa menimbulkan persepsi adanya kedekatan tertentu dengan pihak pengusul. 

Karena itu, Jimly berpesan agar ekspresi tersebut cukup disampaikan sekali sebagai bentuk etika, tanpa berlanjut menjadi relasi yang membayangi independensi hakim.

Selain itu, Jimly juga menyinggung pentingnya stabilitas komposisi hakim di MK. 

Ia berharap para hakim yang saat ini menjabat dapat menyelesaikan masa tugasnya hingga batas usia pensiun, sehingga tidak perlu terjadi pergantian di tengah jalan.

Sejumlah hakim baru belakangan menjadi sorotan, termasuk Adies Kadir yang diusulkan DPR serta Liliek Prisbawono Adi yang berasal dari jalur MA.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya