Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 14:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin mengalami penurunan tipis dalam 24 jam terakhir, seiring pasar yang cenderung bergerak datar. Penurunan ini lebih dipengaruhi oleh faktor teknikal dan aksi ambil untung, bukan karena sentimen besar yang mengubah arah pasar.

Dari data CoinMarketCap pada Jumat siang, 17 April 2006, Bitcoin tercatat turun 0,16 persen ke level 74.919 Dolar AS. Pergerakannya juga masih sejalan dengan pasar keuangan global, terlihat dari korelasinya yang cukup tinggi dengan indeks saham AS S&P 500, yakni sebesar 75,8 persen. Ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih bergerak mengikuti sentimen makro yang sama dengan pasar saham.

Salah satu penyebab utama penurunan ini adalah aksi ambil untung (profit-taking) di area resistensi penting. Kenaikan harga Bitcoin tertahan saat mendekati kisaran 76.000–76.800 Dolar AS yang sebelumnya juga menjadi batas atas reli pada Januari. 
Data on-chain menunjukkan peningkatan signifikan aliran Bitcoin ke bursa, terutama dari investor jangka pendek yang ingin mengamankan keuntungan. Dalam 24 jam, lebih dari 65.000 BTC dikirim ke bursa saat harga mendekati 75.000 Dolar AS, menambah tekanan jual di pasar.

Data on-chain menunjukkan peningkatan signifikan aliran Bitcoin ke bursa, terutama dari investor jangka pendek yang ingin mengamankan keuntungan. Dalam 24 jam, lebih dari 65.000 BTC dikirim ke bursa saat harga mendekati 75.000 Dolar AS, menambah tekanan jual di pasar.
Di sisi lain, tidak ada faktor spesifik lain—baik dari dalam ekosistem kripto maupun dari pasar global—yang secara kuat memicu penurunan ini. Pergerakan yang terjadi lebih mencerminkan fase konsolidasi yang wajar setelah reli sebelumnya.

Untuk jangka pendek, Bitcoin saat ini bergerak dalam rentang konsolidasi dengan level support di 72.000 Dolar AS dan resistensi di 76.000 Dolar AS. Selama harga mampu bertahan di atas 72.000 Dolar AS, peluang untuk kembali menguji area resistensi masih terbuka.

Namun, jika level support tersebut ditembus, struktur kenaikan yang terbentuk sebelumnya berisiko batal. Dalam skenario ini, harga Bitcoin berpotensi turun lebih dalam menuju kisaran 70.000–70.500 Dolar AS, yang merupakan area retracement Fibonacci 50 persen.

Pasar kini menunggu katalis berikutnya dari sisi makro, khususnya pertemuan The Fed (FOMC) pada 28 April, yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya