Berita

Kopdes Merah Putih. (Foto: Kemenkop)

Politik

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 13:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Proses rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih harus dilakukan secara transparan dan berbasis merit system, yakni berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menekankan dalam proses seleksi tidak boleh ada praktik titipan atau intervensi dari pihak tertentu. Merit system harus dikedepankan. 

“Rekrutmen harus benar-benar mengedepankan profesionalitas. Tidak boleh ada titipan orang dalam,” ujarnya, Jumat, 17 April 2026.


Menurut sosok yang akrab disapa Gus Rivqy itu, posisi manajer Kopdes sangat strategis sehingga harus diisi oleh individu yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam mengelola koperasi. 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu juga mengingatkan bahwa tanpa pemahaman dan pengalaman yang memadai, manajer akan kesulitan menjalankan operasional koperasi secara efektif.

“Manajer Kopdes harus paham tata kelola koperasi. Kalau tidak mengerti dan tidak punya pengalaman, akan sulit menjalankan koperasi dengan baik,” tegasnya.

Selain kompetensi dan pengalaman, Gus Rivqy juga menyoroti pentingnya integritas dalam diri calon manajer. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan koperasi membutuhkan kejujuran dan tanggung jawab tinggi.

“Integritas itu kunci. Kalau manajer tidak amanah dan melakukan penyelewengan, koperasi bisa bubar,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan program Kopdes Merah Putih merupakan program baru yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, persiapan harus dilakukan secara matang, termasuk dalam memilih sumber daya manusia yang akan mengelolanya.

“Karena ini program prioritas, maka harus dipersiapkan dengan serius. Pilih orang-orang yang tepat, yang benar-benar handal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa manajer Kopdes tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat desa.

“Manajer harus bisa berinteraksi dan membangun kepercayaan masyarakat. Itu penting agar koperasi bisa berkembang dan memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya