Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Global

Iran Ingin Ubah Hormuz Jadi “Gerbang Kripto”

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 12:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah aturan baru mulai diberlakukan Iran bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. 

Salah satu yang paling mencolok adalah kewajiban membayar biaya transit menggunakan mata uang kripto, langkah yang langsung memicu perhatian pelaku industri pelayaran global.

Kebijakan ini muncul di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh di kawasan. Alih-alih meredakan ketegangan, aturan baru ini justru menambah ketidakpastian, terutama karena Iran kini memperketat pengawasan terhadap setiap kapal yang melintas, dengan alasan mencegah penyelundupan senjata.


Dikutip dari Iran Wire, Jumat 17 April 2026, dalam skema yang diterapkan, kapal tanker wajib mengirimkan data muatan (manifes) terlebih dahulu kepada otoritas Iran. 

Setelah diverifikasi, kapal akan menerima instruksi pembayaran dengan tarif sekitar 1 Dolar AS per barel minyak. Pembayaran ini harus dilakukan secara cepat menggunakan kripto, seperti Bitcoin atau stablecoin.

Juru bicara Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, Hamid Hosseini, menegaskan bahwa setiap kapal akan dikenakan biaya dan diperiksa secara individual. Ia menyebut langkah ini penting untuk memastikan aktivitas di Selat Hormuz tetap terkontrol.

“Iran perlu memantau lalu lintas masuk dan keluar untuk mencegah periode ini dimanfaatkan dalam transfer senjata,” ujarnya.

Selain kewajiban pembayaran, Iran juga mengarahkan kapal untuk melintas melalui jalur tertentu yang dekat dengan wilayahnya. Kapal yang tidak mengikuti aturan atau mencoba melintas tanpa izin disebut berisiko menjadi target, menandakan ketegasan kontrol yang kini diterapkan.

Dampaknya mulai terasa di lapangan. Banyak perusahaan pelayaran memilih menunda perjalanan, sementara ratusan kapal dilaporkan masih menunggu kejelasan aturan. Akibatnya, lalu lintas di kawasan Teluk Persia mengalami perlambatan signifikan.

Para analis menilai kebijakan ini bisa berdampak besar terhadap pasar energi global. Posisi strategis Iran di Selat Hormuz membuat kebijakan tersebut berpotensi menjadi alat tawar kuat dalam mengendalikan distribusi minyak dunia.

Sementara itu, laporan dari Chainalysis menunjukkan bahwa stablecoin kemungkinan lebih dipilih dibanding Bitcoin untuk skema pembayaran ini. Alasannya, stablecoin yang dipatok ke Dolar AS menawarkan nilai yang lebih stabil, berbeda dengan Bitcoin yang harganya fluktuatif. Stabilitas ini penting bagi Iran untuk menjaga nilai pendapatan dalam transaksi berskala besar.

Selain itu, penggunaan stablecoin juga dinilai sejalan dengan praktik sebelumnya, di mana pihak Iran kerap menggunakannya dalam berbagai transaksi, termasuk perdagangan minyak dan aktivitas keuangan lainnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya