Berita

Jusuf Kalla. (Foto: RMOL)

Politik

Klarifikasi JK Penting untuk Jaga Kepercayaan Publik

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 09:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Isu dugaan kewajiban keuangan atau utang korporasi milik Jusuf Kalla kembali menjadi sorotan publik. Nama Kalla Group ramai diperbincangkan setelah beredar klaim di sejumlah platform digital mengenai nilai pinjaman yang disebut mencapai sekitar Rp30,33 triliun per April 2026.

Isu tersebut mencuat beriringan dengan pernyataan Jusuf Kalla sebelumnya yang menyinggung potensi tekanan ekonomi pada pertengahan tahun ini. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kalla Group maupun perbankan Himbara terkait kebenaran informasi yang beredar.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum relawan Prabowo-Gibran Bulungan Bergerak, Freeghard Timmy, meminta agar Jusuf Kalla memberikan klarifikasi kepada publik guna meluruskan isu yang berkembang.


“Apalagi kalau sampai utang tersebut masuk dalam klasifikasi kredit macet. Ini harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Jumat, 17 April 2026.

Timmy juga mendorong aparat penegak hukum untuk proaktif menelaah informasi tersebut, termasuk kemungkinan perlunya audit oleh Kejaksaan Agung guna memastikan tidak ada pelanggaran hukum.

Selain itu, Timmy menilai klarifikasi dari Jusuf Kalla penting untuk menjaga kepercayaan publik, mengingat sebelumnya JK juga aktif menyampaikan pandangan terkait isu-isu nasional.

"Klarifikasi oleh JK sebanding dengan permintaan yang bersangkutan terhadap Jokowi. Di mana JK meminta kepada Jokowi untuk menunjukkan ijasah asli nya di depan publik. Ada baiknya JK juga menjelaskan permasalahan terkait utang itu," ungkap Timmy.

Di sisi lain, Timmy menegaskan pentingnya penegakan hukum yang objektif dan proporsional tanpa memandang latar belakang tokoh.

“Kita menghargai JK sebagai seorang negarawan dan beliau juga mantan Wapres RI. Tapi aparat penegak hukum juga harus secara proporsional mengusut adanya informasi seperti utang menggunung dari JK. Agar tidak terjadi kerugian pada bank pelat merah,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya