Berita

Aksi bersama soal polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 April 2026. (Foto: Dokumentasi GAKSI)

Politik

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 01:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sejumlah aktivis Nasionalis, Islam dan Purnawirawan TNI menggelar aksi bersama soal polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Aksi bersama tersebut dalam rangka memperingati satu tahun mendatangi kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan kediaman Jokowi di Solo dengan agenda 'Bongkar Kasus Ijazah Palsu Jokowi'.

Menurut Budiman dari Barisan Krida Patriot yang tergabung dalam komunitas GAKSI (Gerakan Kebanggsaan Selamatkan Indonesia), menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk menunjukan kedaulatan atau kekuasaannya sebagai presiden untuk konsekuen dan konsisten memberantas korupsi juga menjaga konstitusi bangsa. 


"Karena yang sudah terjadi kita ketahui bersama mengenai ijazah mantan Presiden Jokowi itu, kami berkeyakinan ijazah Jokowi palsu sebelum dibuktikan kebenarannya oleh yang bersangkutan.," kata Budiman di sela-sela aksi.

Ia menegaskan, preseden ini menjadi virus atau wabah yang sangat buruk nantinya bagi generasi penerus bangsa jika tidak diselesaikan dan diambil  tindakan yang tegas oleh Presiden Prabowo.

Sementara massa aksi lainnya, Muhammad Ismeth mengatakan dengan ditolaknya CLS di Surakarta kemarin menunjukan bahwa bisa dipastikan Jokowi tidak punya ijazah.  

"Karena begitu takutnya Jokowi menunjukan ijazahnya. Dan juga terbukti gaya menantangnya itu, mau menunjukan ijazahnya mulai dari SD, SMP, SMA dan S1 nya di pengadilan tidak terbukti. Padahal pengadilan itu berada di wilayah kediamannya. Dari sini kita bisa menyaksikan bahwa memang Jokowi itu jadi sumber masalah," kata Ismeth.

Sementara Mursalin akan mempermasalahkan Ketua GAMKI dan Pemuda Katolik yang melaporkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan tuduhan melakukan penistaan agama saat ceramah di UGM 

"Karena kehadiran JK ke UGM itu karena dia sebagai seorang tokoh yang ditugaskan oleh negara untuk mendamaikan satu konflik, dan kenapa konflik ini susah diselesaikan. Karena memang ada dorongan-dorongan dari nilai agama. Nah, ini karena Ketua GAMKI dan para termul ini lagi sakit hati kepada JK yang mengatakan agar Jokowi tunjukan saja ijazahnya jika memang asli," tandasnya.

Mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko yang juga hadir di tengah-tengah massa aksi mengatakan, intinya para aktivis dan purnawirawan yang menggelar aksi massa ini meminta atau memaksa Jokowi menunjukan ijazahnya. 

"Saya dari kelompok GAKSI berpendapat, sebenarnya masalah ijazah Jokowi ini sudah gak perlu lagi didiskusikan. Karena diduga kuat atau dipastikan Jokowi ini tidak punya ijazah S1. Itu berdasarkan penelitian ilmiah Roy Suryo dan kawan-kawan," tegas Soenarko.

“Tapi karena memang Jokowi ini penipu, dan kebetulan dia sudah menyiapkan pertahanan diri sejak awal dia berkuasa. Sehingga dia begitu kuat untuk menolak atau melawan pihak-pihak yang menuntut ijazah aslinya," tandasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya