Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 01:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali meski mendapat sorotan dari lembaga pemeringkat internasional S&P Global.

Hal itu disampaikan Purbaya usai bertemu S&P di Washington DC, Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, S&P menyoroti pelebaran defisit anggaran serta meningkatnya rasio pembayaran bunga utang pemerintah.

Purbaya menegaskan komitmennya menjaga disiplin fiskal, khususnya dengan memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di bawah batas aman.


"Mereka menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita, termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu dan utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten untuk menjaga defisit kita di bawah 3 persen dari PDB. Jadi, kita bilang, kita konsisten dengan kebijakan itu. Presiden kita telah memberikan arahan bahwa defisit kita harus dijaga di bawah 3 persen, dari PDB," ujar Purbaya dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Adapun tekanan terhadap fiskal tersebut dipicu lonjakan harga minyak dan gangguan pasokan energi global akibat penutupan Selat Hormuz.

Selain defisit, S&P juga memberi catatan terhadap rasio pembayaran bunga utang Indonesia yang telah melampaui 15 persen dari pendapatan negara. 

“Mereka mendiskusikan lebih dalam bahwa rating pembayaran bunga dibanding income-nya di atas 15 persen,” tegasnya.

Selain itu pemerintah, kata Purbaya, juga berjanji akan terus melakukan pemantauan dan perbaikan.

"Saya bilang itu kita akan monitoring terus, kita akan monitor terus, dan kita pastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal akan tetap dijaga tidak memburuk dari sisi pembayaran utang tadi. Kita (pemerintah) yakinkan ke mereka bahwa itu (rasio utang pemerintah) bisa dikendalikan ke depan dan belum berada pada level yang berbahaya sekali," ucap Purbaya.

Purbaya menyebut pengendalian rasio utang dilakukan melalui peningkatan penerimaan negara, terutama dari sektor perpajakan. Hingga akhir Maret 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh 20,7 persen secara tahunan.

Dalam tiga bulan pertama tahun ini, ia mencatat realisasi penerimaan pajak mencapai Rp394,8 triliun atau sekitar 16,7 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

Purbaya menambahkan, pemerintah juga akan memperkuat reformasi kelembagaan untuk mengoptimalkan penerimaan, termasuk melalui restrukturisasi organisasi pajak dan cukai.

Di tengah berbagai catatan tersebut, Purbaya mengklaim S&P tetap memberikan penilaian positif terhadap Indonesia dengan mempertahankan peringkat kredit di level BBB dengan outlook stabil, yang menunjukkan status layak investasi.

"Dan berita yang amat menyenangkan untuk saya adalah S&P bilang mereka memberikan konfirmasi bahwa rating kita tetap BBB dengan outlook yang tetap stabil,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya