Berita

Dosen Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Dinalara Butar Butar (kanan) di Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Bogor, Kamis 16 April 2026. (Foto: RMOL/ Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

KPK Didesak Bongkar Praktik Korupsi Jaringan Lama di Bea Cukai

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 00:21 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Praktik dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) terus menjadi sorotan di publik.

Hal itu tertuang dalam diskusi nasional bertajuk “Menguji Keberanian KPK Membongkar Mafia Bea Cukai” di Aula Soepomo, Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Bogor, Kamis, 16 April 2026.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Dinalara Butar Butar mengungkap adanya figur kunci di balik masifnya praktik korupsi dalam DJBC. 


Sosok itu disebut sebagai mantan pejabat Bea Cukai berinisial D.

“Ada oknum yang di luar, yang mungkin dulu bekerja di sana. Walaupun sudah tidak di situ lagi, pengaruhnya tetap nempel,” kata Dinalara.

Ia menjelaskan, praktik yang terjadi bukan berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari jejaring lama yang terus bertahan dan beradaptasi. 

Bahkan, meski aktor utamanya telah berpindah posisi, pengaruhnya disebut masih berjalan.

“Saya kasih inisial D. Apa hubungannya? Dia sudah pindah, tapi pengaruhnya tetap berjalan. Itu yang membuat praktik ini terus berulang,” tegasnya.

Tak hanya itu, Dinalara juga membeberkan modus penjualan pengaruh dalam kasus yang kini ditangani KPK. 

Nama-nama besar kerap dibawa-bawa untuk meningkatkan nilai permintaan kepada pelaku usaha.

“Modusnya bisa saja menjual nama. Supaya nilai yang diminta lebih besar, seolah-olah ada keterkaitan dengan pihak tertentu,” jelasnya.

Ia pun menilai, penanganan yang dilakukan KPK sejauh ini masih menyentuh permukaan. 

“Kalau hanya tangkap orang, itu seperti memadamkan api di permukaan. Sumber apinya tidak pernah disentuh,” pungkasnya.

KPK diminta membongkar jaringan dan memperbaiki sistem agar praktik serupa tidak terus berulang.

Berdasar penelusuran, D itu disebut-sebut berinisial lengkap AD, di lingkungan Bea Cukai dikenal ikut terseret dalam kasus tahun 2016-2017. Di antaranya terkait rekening dan kasus yang ditangani Kejaksaan Agung. 

Ia kerap mengklaim diri sebagai orang kuat di Bea Cukai. Hal ini sejatinta telah menjadi "kanker" di Bea Cukai selama bertahun-tahun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya