Berita

Ilustrasi. (RMOL/Alifia)

Bisnis

IMF Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Tinggi dari China

RABU, 15 APRIL 2026 | 14:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dana Monterer Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5 persen pada 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Januari 2026 sebesar 5,1 persen.

Meski diturunkan, proyeksi pertumbuhan Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan China yang diperkirakan tumbuh 4,4 persen dan Filipina sebesar 4,1 persen pada tahun yang sama. 

Namun, laju ekonomi Indonesia masih berada di bawah India yang diproyeksikan mencapai 6,5 persen. Dalam laporan edisi April 2026, IMF menyoroti dampak konflik geopolitik yang kian membebani perekonomian global.


“Setelah menghadapi hambatan perdagangan yang lebih tinggi dan ketidakpastian yang meningkat tahun lalu, aktivitas global kini menghadapi ujian besar akibat pecahnya perang di Timur Tengah,” tulis IMF dalam laporannya, Rabu 15 April 2026.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat ke level 3,1 persen pada 2026 dan 3,2 persen pada 2027. Angka tersebut menjadi yang terlemah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3,4 persen pada periode 2024-2025.

Bahkan, lembaga tersebut mencatat laju pertumbuhan saat ini menjadi yang terendah dalam dua dekade terakhir, jauh di bawah rata-rata 3,7 persen pada periode 2000-2019.

Selain pertumbuhan yang melambat, tekanan inflasi global juga diperkirakan meningkat ke 4,4 persen pada 2026.

Kepala Ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, mengingatkan bahwa ketegangan berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi memperburuk tekanan inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

“Dalam skenario terburuk, inflasi bisa naik menjadi 5,8 persen tahun ini dan 6 persen tahun depan,” ujarnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya