Berita

Influencer Andovi Da Lopez saat demo di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta. (Foto: RMOL)

Politik

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

RABU, 15 APRIL 2026 | 12:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Influencer sekaligus alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia angkatan 2012, Andovi Da Lopez, menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa FH UI terhadap mahasiswi di lingkungan kampus.

Kasus tersebut mencuat setelah para pelaku mengakui tindakan pelecehan yang dilakukan melalui percakapan di grup WhatsApp dan LINE. Pihak Fakultas Hukum UI juga telah merilis pernyataan resmi pada 12 April 2026 yang mengecam keras perbuatan tersebut.

Andovi mengapresiasi langkah cepat mahasiswa FH UI yang langsung menggelar forum untuk meminta pertanggungjawaban para terduga pelaku.


“Gue mau apresiasi kepada mahasiswa-mahasiswi FH UI lainnya yang secara cepat dan sigap melakukan forum itu di auditorium FHUI,” ujar Andovi lewat akun TikTok miliknya, Rabu, 15 April 2026.

Andovi menegaskan bahwa kasus ini merupakan ujian besar bagi FH UI sebagai fakultas hukum terbaik di Indonesia.

“Kalau Fakultas Hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, ini menjadi suatu representasi dan gambaran terhadap negara ini,” tegasnya.

Ia juga menyinggung adanya anggapan bahwa kampus tidak memiliki kewenangan penuh dalam menangani kasus tersebut. Namun menurutnya, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk menghindari tanggung jawab moral.

“Ketika Fakultas Hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini, we have something very wrong in our hands, our country,” ujarnya.

Andovi turut menyoroti kemungkinan adanya tekanan dari pihak keluarga pelaku yang disebut memiliki latar belakang berpengaruh. Ia pun menantang pihak kampus untuk tetap bertindak tegas.

“Pasti ada pressure dari orang tua dan keluarga ini yang penting," pungkasnya.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya