Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

Dunia

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

RABU, 15 APRIL 2026 | 11:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyindir Amerika Serikat yang dinilai mulai kehilangan fokus terhadap konflik di negaranya, seiring dengan peningkatan konflik di Timur Tengah. 

Dalam wawancara dengan penyiar publik Jerman ZDF, Zelensky menyebut dua tokoh yang terlibat dalam upaya mediasi, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner tidak memiliki waktu untuk Ukraina karena tengah fokus melakukan pembicaraan dengan Iran.

Menurutnya kondisi tersebut berdampak langsung terhadap upaya diplomasi dan dukungan militer bagi Kyiv. Untuk itu, Zelensky mendesak agar AS tidak mengesampingkan Ukraina dan bisa lebih tegas terhadap Rusia. 


"Jika Amerika Serikat tidak menekan Putin dan hanya terlibat dalam dialog yang lembut dengan Rusia, maka mereka tidak akan lagi takut," ujarnya, seperti dikutip dari AFP, Rabu, 15 April 2026. 

Di sisi lain, Zelensky mengungkapkan bahwa pengiriman senjata dari AS kini semakin sedikit diakibatkan perang Iran. 

“Jika perang berlanjut, akan ada lebih sedikit senjata untuk Ukraina. Ini sangat penting, terutama dalam hal material untuk pertahanan udara,” ujarnya seraya menyoroti krusialnya pasokan sistem pertahanan udara.

Mandeknya diplomasi semakin terasa sejak pecahnya perang Iran pada 28 Februari. 

Upaya yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik disebut terhenti, bahkan negosiator Rusia dan Ukraina belum kembali bertemu sejak Februari di Jenewa.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya