Berita

Ilustasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Wall Street Melejit di Tengah Sinyal Perdamaian Timur Tengah

RABU, 15 APRIL 2026 | 08:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah indeks utama Wall Street kembali menunjukkan tren positif yang didorong oleh harapan baru terhadap kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta kinerja awal musim laporan keuangan yang cukup solid. 

Dikutip dari Reuters, Rabu 15 April 2026, pada penutupan perdagangan Selasa, indeks S&P 500 naik sekitar 1,18 persen dan hampir kembali ke rekor tertingginya. Indeks Nasdaq melonjak sekitar 2 persen, mencatat kenaikan selama 10 hari berturut-turut, sementara Dow Jones juga menguat sekitar 0,66 persen dan mencapai level penutupan tertinggi sejak awal Maret.

Sektor teknologi menjadi salah satu pendorong utama kenaikan, terutama saham perangkat lunak dan semikonduktor yang terus menguat. Sebaliknya, sektor energi justru melemah seiring turunnya harga minyak. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar sangat sensitif terhadap dinamika konflik Timur Tengah, yang berdampak langsung pada harga energi dan ekspektasi inflasi.


Dari sisi kinerja perusahaan, sejumlah bank besar mencatat hasil beragam. BlackRock mengalami kenaikan saham setelah melaporkan peningkatan laba berkat arus masuk dana yang kuat. Citigroup juga mencatat kenaikan dan bahkan mencapai level tertinggi sejak 2008. Namun, Wells Fargo justru melemah karena pendapatan bunga tidak memenuhi ekspektasi pasar.

Di sektor lain, saham maskapai seperti United Airlines dan American Airlines ikut melonjak setelah muncul laporan mengenai potensi rencana merger yang dapat mengubah lanskap industri penerbangan. Sementara itu, saham perusahaan satelit Globalstar juga melesat setelah diumumkan akan diakuisisi oleh Amazon.

Optimisme muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa pembicaraan terkait konflik Iran bisa kembali dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan. Di tengah ketidakpastian geopolitik, kabar ini cukup untuk mengangkat sentimen pasar.

Selain itu, data inflasi terbaru dari Amerika Serikat juga memberikan angin segar. Kenaikan harga produsen pada Maret tercatat lebih rendah dari perkiraan, menandakan tekanan inflasi mulai mereda. Kondisi ini membuat investor lebih percaya diri untuk kembali masuk ke pasar saham.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya