Berita

Ilustrasi (Artifical Inteligence)

Bisnis

Harga Logam Mulia Kompak Menguat: Perak Melambung 5 Persen, Emas Naik Tajam

RABU, 15 APRIL 2026 | 07:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia mencatat kenaikan signifikan yang dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap kelanjutan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Dikutip dari Reuters, seluruh sektor logam mulia ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa 14 April 2026 atau Rabu dini hari WIB, dengan rincian sebagai berikut:

- Emas spot melonjak 2 persen ke level 4.831,78 Dolar AS per ons.
- Emas berjangka AS menguat 1,7 persen ke posisi 4.850,10 Dolar AS per ons.

- Emas berjangka AS menguat 1,7 persen ke posisi 4.850,10 Dolar AS per ons.
- Perak mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,2 persen menjadi 79,48 Dolar AS per ons.
- Platinum dan Paladium masing-masing menguat 1,3 persen dan 0,7 persen. 

Pasar merespons positif pernyataan Presiden AS mengenai potensi pertemuan lanjutan dengan Iran di Pakistan. 

Kemajuan diplomasi ini meredakan kekhawatiran pasar yang sebelumnya dipicu oleh blokade pelabuhan Iran.

Pelemahan mata uang dolar membuat emas menjadi lebih murah dan menarik bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan volume permintaan global. Turunnya harga minyak dunia turut membantu meredakan ekspektasi inflasi yang berlebihan, mengubah peta risiko investor kembali ke aset logam mulia.

Analis pasar menekankan bahwa arah harga emas ke depan akan sangat bergantung pada hasil konkret perundingan di Pakistan akhir pekan ini. Kabar positif mengenai deeskalasi konflik diprediksi akan terus menyokong penguatan logam mulia.

Di sisi lain, kebijakan moneter tetap menjadi perhatian. Meskipun peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada 2026 menyusut menjadi 33 persen, harga emas diperkirakan tetap stabil selama tidak ada indikasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya