Berita

Selat Hormuz (Foto: AFP)

Politik

Ketua MPP PKS:

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

RABU, 15 APRIL 2026 | 01:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Peran Indonesia sangat diperlukan dalam memperkuat diplomasi ke berbagai negara untuk mengantisipasi kebuntuan perundingan perang AS-Iran di Pakistan. 

Ketua MPP PKS, Mulyanto menilai ketegangan di kawasan Selat Hormuz telah memasuki fase yang mengkhawatirkan, tidak hanya dari sisi militer, tetapi juga dari aspek ekonomi global. 

“Karena itu diperlukan rumusan "win-win solution", adil dan seimbang bagi semua pihak,” kata Mulyanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 14 April 2026. 


Anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024 ini mengungkap perkembangan pasca-buntunya perundingan Pakistan. 

“Ini menunjukkan bahwa konflik tidak lagi sekadar soal keamanan kawasan, melainkan telah bergeser menjadi perebutan kontrol atas arus energi dan perdagangan dunia di Selat Hormuz,” jelasnya. 

"Dalam situasi ini, dunia menghadapi risiko besar jika pendekatan yang ditempuh justru menghasilkan kondisi “loss-loss” bagi semua pihak," tambah Mulyanto.

Ia menjelaskan langkah-langkah sepihak baik berupa pembatasan akses maupun blokade kapal yang akan masuk/keluar Selat Hormuz menciptakan ketidakpastian serius bagi jalur pelayaran internasional. AS dan Iran masing-masing menunjukkan pendekatan yang berpotensi memperuncing ketegangan. 

"Jika tidak segera diarahkan ke jalur diplomasi yang konstruktif, situasi ini dapat berdampak luas terhadap stabilitas energi, inflasi global, dan ketahanan ekonomi negara-negara berkembang. Perlu rumusan solusi yang adil dan seimbang," imbuh dia. 

Menurutnya, prinsip utama yang harus dijaga adalah bahwa Selat Hormuz tetap menjadi jalur internasional yang terbuka bagi semua negara, tanpa adanya pungutan sepihak maupun tindakan blokade. Kebebasan navigasi harus dikembalikan sebagai norma utama, sejalan dengan hukum internasional dan kepentingan bersama masyarakat global.
    
“Namun, solusi yang berkelanjutan tidak dapat mengabaikan kepentingan negara pesisir, khususnya Iran. Dalam konteks ini, pendekatan yang lebih bijak adalah memberikan ruang bagi Iran untuk memperoleh manfaat ekonomi yang sah melalui mekanisme yang transparan dan diakui secara internasional, bukan melalui disrupsi terhadap jalur pelayaran. Dengan demikian, stabilitas menjadi sumber manfaat bersama, bukan konflik. Salah satunya melalui pembentukan mekanisme keamanan maritim bersama yang inklusif dan transparan di Selat Hormuz,” bebernya. 

Mulyanto berharap mekanisme ini tidak hanya berfungsi untuk menjaga keselamatan pelayaran, tetapi juga menjadi wadah komunikasi langsung antar pihak guna mencegah kesalahpahaman dan eskalasi yang tidak diinginkan. Pendekatan ini akan memberikan rasa aman bagi pengguna jalur sekaligus menjamin kepentingan negara pesisir.
    
"Karena itu dukungan komunitas internasional sangat diperlukan untuk memastikan bahwa solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan,” tegas dia. 
    
Ditambahkannya, negara-negara pengguna Selat Hormuz, termasuk kekuatan ekonomi besar, perlu berperan aktif dalam mendukung stabilitas kawasan melalui kerja sama ekonomi, diplomasi, dan komitmen terhadap hukum internasional.

“Pada akhirnya, Selat Hormuz tidak boleh menjadi alat tekanan geopolitik, melainkan harus menjadi simbol kerja sama global. Solusi yang win-win bukan hanya mungkin, tetapi menjadi satu-satunya jalan yang rasional. Dunia membutuhkan stabilitas, Iran membutuhkan keadilan, dan masyarakat internasional membutuhkan kepastian. Di titik inilah diplomasi harus mengambil peran utama, dan Oman menjadi kunci untuk membuka jalan tersebut,” tandas Mulyanto.
    
Untuk diketahui Presiden Donald Trump mengatakan Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai memblokade Selat Hormuz buntut negosiasi damai dengan Iran yang berakhir buntu. AS akan mengambil tindakan terhadap setiap kapal di perairan internasional, yang telah membayar bea masuk kepada Iran.  Dikatakannya, tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. 

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukannya bakal menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran, mulai Senin 13 April pukul 10 pagi waktu AS.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya