Berita

Ilustrasi Dampak El Nino “Godzilla” bagi Kesehatan (Sumber: Gemini Generated Image)

Kesehatan

Waspadai Dampak El Nino “Godzilla” Bagi Kesehatan, Ada DBD hingga ISPA

SELASA, 14 APRIL 2026 | 18:28 WIB | OLEH: TIFANI

Fenomena El Nino “Godzilla” diprediksi akan melanda Indonesia pada April hingga Oktober 2026. Selain memicu kekeringan di berbagai wilayah, kondisi ini juga mengancam kesehatan masyarakat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui akun Instagram resminya @dinkesbantul, mengingatkan bahwa kombinasi suhu ekstrem dan penurunan kualitas udara dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah mulai dari penyakit ringan hingga kondisi yang lebih serius berpotensi meningkat selama periode kemarau panjang.

Tidak hanya berdampak langsung seperti kelelahan akibat panas, fenomena ini juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada. Berikut sejumlah dampak El Nino “Godzilla” terhadap kesehatan tubuh yang perlu diwaspadai:


1. Dehidrasi dan Kelelahan Panas

Paparan suhu udara tinggi dalam waktu lama membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi dan heat exhaustion (kelelahan panas), terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan.

2. Gangguan Pernapasan (ISPA)

Kualitas udara yang menurun selama kemarau panjang dapat meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Paparan polusi dan debu memicu gejala seperti batuk, pilek, hingga sesak napas, terutama pada anak-anak dan lansia.

3. Penyakit Kulit

Udara panas dengan kelembapan rendah membuat kulit menjadi kering dan rentan iritasi. Risiko penyakit kulit seperti dermatitis meningkat akibat paparan sinar matahari berlebih dan kurangnya kelembapan alami kulit.

4. Diare Akibat Sanitasi Buruk

Kekeringan berkepanjangan berdampak pada ketersediaan air bersih dan sanitasi. Konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi dapat memicu penyakit seperti Diare.

5. Peningkatan Kasus DBD dan Malaria

Perubahan suhu dan lingkungan turut memengaruhi perkembangan nyamuk sebagai vektor penyakit. Risiko Demam Berdarah Dengue dan Malaria meningkat, terutama di wilayah dengan pengelolaan lingkungan yang kurang baik.

6. Imunitas Menurun dan Mudah Sakit

Cuaca panas ekstrem memaksa tubuh bekerja lebih keras untuk beradaptasi. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun dan membuat seseorang lebih rentan terhadap berbagai infeksi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya