Berita

Analis komunikasi politik Hendri Satrio bersama aktivis Haris Azhar. (Foto: Youtube Hendri Satrio Official)

Politik

Prabowo Harus Waspadai Arus Tenang di Koalisi

SELASA, 14 APRIL 2026 | 13:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Analis komunikasi politik Hendri Satrio mengingatkan adanya dinamika politik yang tidak terlihat di permukaan, namun berpotensi besar memengaruhi stabilitas kekuasaan di sekitar Presiden Prabowo Subianto.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, situasi politik saat ini ibarat air tenang yang justru menyimpan pergerakan di bawah permukaan.

“Saya percaya kadang situasi politik itu mirip seperti air. Kalau airnya tenang, sebetulnya kekuatan-kekuatan politik yang bersaing itu sedang mengendap, memantau. Nanti kalau presiden agak kepeleset, mereka bisa langsung naik,” ujar Hensa lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 14 April 2026.


Ia menilai kondisi ini menjadi peringatan agar Prabowo lebih waspada dalam mengelola koalisi yang ada.

“Air yang tenang ini, kondisi politik di koalisinya Prabowo. Menurut saya Prabowo mesti hati-hati,” tegasnya.

Hensa juga menyoroti adanya serangan-serangan tidak langsung yang mulai diarahkan ke lingkar kekuasaan, meskipun tidak secara eksplisit menyasar Presiden.

“Serangan ke Prabowo itu diam-diam banyak juga. Misalnya soal pengadaan motor listrik, pengadaan mobil operasional dari India. Walaupun tidak langsung ke Prabowo, tapi arahnya ke sana,” jelasnya.

Sementara itu, aktivis Haris Azhar menambahkan bahwa di sekitar kekuasaan terdapat lingkaran-lingkaran tertentu yang memiliki pengaruh masing-masing. Ia menyebut adanya sirkel tertentu yang memiliki zona pengaruh sendiri dan kerap saling berebut posisi.

“Pasti ada rebutan pengaruh ke Prabowo. Bahasa umumnya, ada perebutan pengaruh pada penguasa utama,” ujar Haris.

Keduanya sepakat bahwa kunci utama ada pada bagaimana pemimpin mengelola dinamika tersebut agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

“Balik lagi, penguasa utamanya mengelolanya seperti apa,” pungkasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya