Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Blokade Selat Hormuz Paksa Indeks STOXX 600 Parkir di Zona Merah

SELASA, 14 APRIL 2026 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa ekuitas Eropa tergelincir pada penutupan perdagangan Senin 13 April 2026 waktu setempat setelah optimisme gencatan senjata di Timur Tengah menguap. 

Langkah Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan memperkeruh kekhawatiran inflasi global.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,16 persen atau 0,96 poin menjadi 613,88. 


Bursa regional utama juga rontok. Di Jerman, indeks DAX melemah 0,26 persen atau 61,51 poin jadi 23.742,44.

FTSE 100 Inggris mengalami nasib yang sama, turun 0,17 persen atau 17,57 poin ke posisi 10.582,96. Begitu juga dengan CAC Prancis yang berkurang 0,29 persen atau 23,62 poin menjadi 8.235,98.

Meskipun pasar secara umum melemah, beberapa sektor dan saham individu justru tampil kontras. 

Sektor kedirgantaraan dan pertahanan menguat setelah sempat tertekan pekan lalu, dengan saham Rheinmetall Jerman dan BAE Systems Inggris masing-masing melompat lebih dari 2 persen.

Sektor keuangan naik 1,2 persen, melawan arus pelemahan pasar.

Saham Nokia melambung 7,2 persen ke level tertinggi dalam 16 tahun berkat rekomendasi "Beli" dari BofA. Saham Wise juga melonjak 6,5 persen yang didorong pertumbuhan volume transaksi lintas negara yang kuat.

Investor kini bersikap defensif. Analis UBS menyarankan strategi lindung nilai (hedging) di tengah ketidakpastian negosiasi AS-Iran. Sementara itu, pasar mulai mengantisipasi kebijakan moneter ketat dari ECB, dengan proyeksi kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin hingga akhir tahun.

Pelaku pasar kini menanti rilis laporan keuangan kuartalan bank-bank raksasa AS yang akan dimulai pekan ini sebagai kompas arah pasar berikutnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya