Berita

Peluncurkan Korps Trainer Akademi Pemimpin Indonesia (API) oleh PKS Jawa Timur pada Sabtu, 11 April 2026. (Foto: RMOLJatim)

Nusantara

PKS Jatim Bangun Kepemimpinan Berbasis Sistem Lewat Korps Trainer API

SENIN, 13 APRIL 2026 | 02:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

DPW PKS Jawa Timur melalui Bidang Kepemimpinan Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai (BPPKP) resmi meluncurkan Korps Trainer Akademi Pemimpin Indonesia (API) pada Sabtu, 11 April 2026. 

Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem kaderisasi kepemimpinan yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mengundang seluruh anggota BPPKP dan trainer dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Para peserta nanti akan menyiapkan para pemimpin di daerahnya masing-masing.


Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menegaskan bahwa tantangan politik ke depan menuntut lahirnya pemimpin yang tidak hanya siap secara kapasitas, tetapi juga dipersiapkan melalui sistem yang matang.

“Pemimpin itu harus kita ciptakan by design, bukan by accident. Karena itu, kaderisasi tidak boleh berjalan alami tanpa arah, tetapi harus dirancang dengan sistem yang kuat,” ujar Bagus dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggu, 12 April 2026.

Menurut dia, pembentukan Korps Trainer API menjadi bagian penting dalam membangun fondasi tersebut. Bagus menjelaskan, korps ini akan menjadi motor penggerak dalam proses pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas kader di seluruh Jawa Timur.

“Korps ini bukan sekadar kumpulan trainer, tetapi satu kesatuan yang memiliki semangat korsa. Ada kebersamaan, ada solidaritas, dan ada tujuan besar yang sama, yaitu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan,” jelasnya.

Bagus juga mengungkapkan bahwa kebutuhan pemimpin di Jawa Timur sangat besar, seiring dengan target politik PKS pada Pemilu mendatang. Mulai dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk kebutuhan manajer daerah pemilihan, pengurus hingga tingkat desa, serta saksi di puluhan ribu TPS.

“Kalau kita ingin mencapai target, maka kita harus menyiapkan orang-orangnya dari sekarang. Tidak bisa instan. Semua harus melalui proses kaderisasi yang sistematis,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BPPKP DPW PKS Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menjelaskan bahwa peluncuran Korps Trainer API merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Wilayah yang menekankan pentingnya penguatan sistem pelatihan kepemimpinan.

“Kita ingin membangun ekosistem trainer yang kuat. Karena trainer adalah kunci dalam mencetak pemimpin yang tangguh dan siap menghadapi tantangan,” ujar pria yang juga Legislator PKS Jatim ini.

Ia memaparkan, berdasarkan hasil asesmen terhadap ratusan pengurus PKS di Jawa Timur, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperbaiki, di antaranya aspek akuntabilitas, manajemen organisasi, serta sistem kaderisasi yang masih perlu diperkuat.

“Selama ini kita kuat di sisi kepercayaan dan komunikasi, tetapi ke depan kita harus lebih kuat dalam sistem, akuntabilitas, dan orientasi hasil,” jelasnya.

Melalui Akademi Pemimpin Indonesia, lanjut Puguh, PKS Jatim akan fokus pada penguatan tiga kelompok utama, yakni pengurus partai, pejabat publik, dan calon pejabat publik. Ketiganya akan dibekali dengan kurikulum kepemimpinan yang terstruktur dan berbasis kebutuhan organisasi.

“Targetnya adalah melahirkan pemimpin yang bersih, peduli, profesional, dan memiliki jiwa kenegarawanan,” tambahnya.

Dengan diresmikannya Korps Trainer API, PKS Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi partai yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga unggul dalam sistem kaderisasi dan kepemimpinan. Program ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi pemimpin yang siap menjawab tantangan masa depan.
                    

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya