Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Bitcoin Naik Perlahan di Akhir Pekan

SABTU, 11 APRIL 2026 | 13:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan tipis sekitar 0,90 persen ke level 72.759, menurut data CoinMarketCap, Sabtu 11 April 2026.

Kenaikan ini terbilang cukup menarik karena terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stagnan, sehingga menunjukkan bahwa ada faktor khusus yang mendorong pergerakan BTC.

Salah satu pendorong utama kenaikan ini adalah meningkatnya minat dari investor institusional, yaitu lembaga keuangan besar seperti perusahaan investasi atau manajer aset. Minat ini terlihat dari derasnya aliran dana ke Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot. 


Untuk diketahui, ETF adalah produk investasi yang diperdagangkan di bursa saham dan memungkinkan investor membeli aset seperti Bitcoin tanpa harus memilikinya secara langsung. Salah satu ETF terbesar, yaitu BlackRock melalui produknya IBIT, mencatat tambahan dana masuk hingga 269,3 juta Dolar AS hanya dalam satu hari. Ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor besar terhadap Bitcoin masih tinggi.

Selain faktor tersebut, kondisi global yang lebih kondusif juga ikut membantu. Ketegangan geopolitik sempat mereda setelah adanya pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada 10 April 2026. Situasi yang lebih tenang ini biasanya membuat investor lebih berani mengambil risiko, termasuk berinvestasi di aset kripto yang dikenal fluktuatif.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga Bitcoin masih akan sangat dipengaruhi oleh level teknikal tertentu. Salah satu indikator penting adalah EMA 50 hari (Exponential Moving Average), yaitu rata-rata pergerakan harga selama 50 hari terakhir yang memberi gambaran tren jangka menengah. Saat ini, level tersebut berada di sekitar 70.500 Dolar AS. 

Selama harga Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, ada peluang untuk kembali menguji level tertinggi sebelumnya di kisaran 75.988 Dolar AS. Namun jika turun di bawahnya, risiko koreksi ke area sekitar 67.000 Dolar AS bisa terbuka.

Ke depan, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 April 2026. FOMC adalah lembaga dalam bank sentral AS yang menentukan kebijakan suku bunga. Keputusan mereka sangat berpengaruh terhadap pasar global, termasuk kripto, karena dapat memengaruhi aliran dana dan minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya