Berita

Kepolisian Israel. (Foto: Anadolu)

Dunia

Israel Tangkap Warganya Sendiri Usai Diduga jadi Mata-Mata Iran

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 21:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Otoritas Israel menangkap seorang pria berusia 22 tahun yang diduga memata-matai untuk Iran serta merencanakan pembuatan bahan peledak guna membunuh seorang tokoh penting.

Dikutip dari Anadolu Agency, Kamis, 9 April 2026, Kepolisian Israel dan badan keamanan Shin Bet menyebut tersangka bernama Ami Gaidrov ditangkap pada Maret lalu di Haifa.

Ia diduga telah menjalin kontak dengan seorang pengendali dari Iran sejak Agustus 2025 dan menjalankan berbagai tugas dengan imbalan uang dalam jumlah besar.


Menurut otoritas Israel, Gaidrov diduga menyetujui pembuatan bahan peledak yang akan digunakan untuk menargetkan seorang “tokoh penting”, meski identitas target tersebut tidak diungkapkan.

Penyidik juga menyebut Gaidrov mendokumentasikan aktivitasnya melalui foto dan video yang kemudian dikirim kepada pengendalinya sebagai bukti pelaksanaan tugas.

Dalam prosesnya, ia juga membagikan informasi kepada sejumlah kenalannya serta membantu mereka membeli bahan baku untuk pembuatan bahan peledak. Hal ini membuat beberapa warga Israel lainnya turut diamankan untuk dimintai keterangan.

Hasil penyelidikan menunjukkan mereka membantu memperoleh bahan, menyembunyikan bahan peledak, hingga melakukan uji coba untuk mengukur efektivitasnya.

Polisi juga menyebut selama konflik dengan Iran, Gaidrov menerima instruksi untuk mengambil gambar Pelabuhan Haifa serta lokasi peluncuran rudal di wilayah utara Israel.

Atas aktivitas tersebut, ia diduga menerima bayaran lebih dari 70 ribu shekel atau sekitar 22.600 Dolar AS melalui dompet digital. Otoritas Israel menyatakan dakwaan terhadap Gaidrov dan sejumlah pihak lain akan diajukan dalam beberapa hari ke depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel mengumumkan penangkapan puluhan warga yang diduga melakukan spionase untuk Iran. Namun hingga kini Iran belum memberikan komentar resmi atas tuduhan tersebut.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu yang menewaskan lebih dari 3.000 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Pada Selasa lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran yang diharapkan menjadi jalan menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri konflik.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya