Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Emas Meroket ke Level Tertinggi 3 Pekan Pasca Gencatan Senjata AS-Iran

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas terbang ke posisi tertingginya dalam hampir tiga minggu terakhir. 

Lonjakan ini dipicu oleh pelemahan Dolar AS serta anjloknya harga minyak mentah setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Langkah diplomasi ini berhasil menenangkan pasar global dari kecemasan terhadap inflasi.

Berdasarkan laporan Reuters, pada penutupan perdagangan Rabu 8 April 2026 atau Kamis dini hari WIB, emas spot menguat 0,8 persen ke level 4.740,42 Dolar AS per ons. 


Sebelumnya, harga sempat melonjak hingga lebih dari 3 persen dan menyentuh level tertinggi sejak 19 Maret. Sementara, emas berjangka AS ditutup melesat 2 persen di posisi 4.777,20 Dolar AS per ons.

Analis dari Marex, Edward Meir, memberikan pandangannya terkait situasi ini. Menurutnya, jeda konflik tersebut memberikan efek psikologis yang menenangkan bagi pelaku pasar.

"Gencatan senjata tersebut memberikan efek menenangkan bagi pasar sekaligus meredakan tekanan ekonomi. Kondisi ini berpotensi menurunkan tekanan inflasi dan membuka peluang bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga, yang menjadi sentimen positif bagi emas," ujar Meir.

Meski demikian, Meir memberikan catatan  bahwa stabilitas ini bersifat sementara. Ia mengingatkan bahwa kondisi di lapangan masih sangat rawan. Karena banyak detail yang belum disepakati sepenuhnya, gencatan senjata tersebut berisiko goyah kapan saja, sehingga reli pasar saat ini mungkin hanya bersifat jangka pendek.

Kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran ini berhasil dicapai melalui mediasi Pakistan. Walaupun AS dan Israel menghentikan serangan ke Iran, tensi di kawasan tetap tinggi mengingat Israel justru mengintensifkan operasi militernya di Lebanon.

Dampak langsung dari kabar ini terasa di sektor energi dan mata uang. Harga minyak jatuh hingga di bawah 100 Dolar AS per barel, mengurangi kekhawatiran atas tingginya biaya energi global.

Dolar AS mengalami koreksi terhadap mata uang utama, membuat emas (yang dipatok dalam Dolar) menjadi lebih terjangkau bagi para pemegang mata uang lain.

Sebagai konteks, harga emas sempat tertekan sekitar 10 persen sejak pecahnya konflik AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu. Saat itu, lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang memaksa pasar menghapus ekspektasi penurunan suku bunga. 

Dalam rezim suku bunga tinggi, daya tarik emas biasanya meredup karena tidak menghasilkan imbal hasil (bunga).

Tren positif tidak hanya dialami emas. Sejumlah logam mulia lainnya juga mencatatkan penguatan tajam. Perak melambung 3,3 persen ke 75,35 Dolar AS per ons. Platinum melonjak 5,3 persen ke 2.060,45 Dolar AS per ons.
Paladium melambung 7,6 persen ke 1.581,33 Dolar AS per ons.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya