Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Yakini RI Negara Paling Aman Meski Perang Dunia Meletus

RABU, 08 APRIL 2026 | 23:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia akan menjadi salah satu negara paling aman apabila perang dunia pecah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. 

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 8 April 2026. 

Menurutnya, posisi strategis Indonesia yang relatif stabil dan jauh dari pusat konflik global membuatnya berada dalam kategori negara yang paling aman jika situasi dunia memburuk.


Ia menilai ramainya warga Rusia dan Ukraina di Bali menunjukkan Indonesia dipersepsikan sebagai tempat aman untuk menghindari konflik.

"Kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas loh. Sekarang kalau ke Bali, lihat itu berapa orang Rusia di situ, berapa orang Ukraina di situ," ujar Prabowo.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah berencana memanfaatkan momentum dengan membentuk special financial center atau pusat finansial khusus guna menarik arus investasi global yang mencari negara aman dan stabil sebagai tujuan penanaman modal.

Menurut Prabowo, gagasan pembangunan kawasan finansial khusus sejatinya telah diusulkan sejak beberapa tahun lalu oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. 

Dalam usulan awalnya, Bali diproyeksikan menjadi lokasi ideal bagi pembentukan pusat finansial tersebut.

"Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kalau Pak luhut sarankannya di Bali," ujar Prabowo. 

Karena itu, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah bekerja lebih solid, cepat, dan meninggalkan ego sektoral agar Indonesia mampu menangkap peluang besar di tengah dinamika global. 

"Tidak boleh ada satu departemen satu kementerian memikirkan institusinya sendiri. Kita harus kerja sama," pungkasnya.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya