Berita

Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana (Dokumen F-PDIP)

Politik

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

RABU, 08 APRIL 2026 | 10:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peningkatan kesejahteraan guru menjadi bagian penting dalam upaya pembenahan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Kesejahteraan guru dianggap sebagai fondasi utama untuk menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas.

Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menyampaikan bahwa Komisi X terus mendorong revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Tujuannya adalah memastikan kebijakan pendidikan ke depan dapat melindungi guru sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Semua dari kami, masing-masing dari kami, dari partai apapun, semua sepakat seribu persen bahwa guru harus sejahtera dan upahnya harus layak. Tak ada istilah pakai minimum-minimum lagi, layak,” ujar Bonnie kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.


Selain fokus pada kesejahteraan guru, Bonnie juga menyoroti kesenjangan kondisi pendidikan di berbagai wilayah. Beberapa daerah masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan, mulai dari kondisi sekolah hingga akses layanan pendukung seperti jaringan komunikasi.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pembenahan pendidikan nasional tidak boleh hanya berfokus pada satu aspek. Revisi RUU Sisdiknas diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan mendasar yang dihadapi dunia pendidikan di daerah.

"Maka kami juga di Komisi X ini sedang bekerja, secara terus-menerus untuk melakukan revisi atas Undang-Undang Sisdiknas. Dan salah satu fokus dari perhatian kami semua di sini adalah, salah satu dan yang utama tentu saja, kesejahteraan guru,” jelasnya.

Bonnie menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan guru harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pengajaran. Ia menilai kualitas pendidikan nasional sangat bergantung pada kemampuan guru dalam memberikan pembelajaran yang relevan dan berkualitas bagi siswa.

“Bagaimana kesejahteraan guru harus pula dibarengi dengan prestasi pengajaran. Karena kita juga menghadapi persoalan mutu pendidikan,” pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya