Berita

Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Associated Press)

Dunia

Trump Tunda Serangan, Iran Diberi Waktu Dua Pekan

RABU, 08 APRIL 2026 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk menangguhkan rencana serangan militer terhadap Iran selama dua pekan. 

Keputusan ini muncul hanya beberapa jam setelah pernyataannya yang sangat keras, di mana ia mengklaim mampu melumpuhkan Iran—termasuk target sipil—dalam waktu singkat.

Penundaan tersebut tidak diberikan tanpa syarat. Trump menegaskan bahwa Iran harus segera membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, aman, dan tanpa hambatan.


Ia memperingatkan bahwa jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, opsi serangan militer dapat kembali diaktifkan kapan saja.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Trump melalui platform media sosial miliknya. Sebelumnya, ia sempat mengeluarkan ancaman keras terkait potensi kehancuran besar apabila Iran tidak mematuhi tuntutan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Trump juga menyoroti keterlibatan Pakistan sebagai pihak yang membantu meredakan situasi. Ia menyebut telah menerima permintaan dari Perdana Menteri Shehbaz Sharif serta pejabat militer senior, Asim Munir, untuk menahan rencana serangan.

Trump menyatakan bahwa keputusan penangguhan diambil setelah komunikasi tersebut, dengan tetap menekankan syarat pembukaan Selat Hormuz.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir… dan dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump, dikutip dari Al-Jazeera, Rabu 8 April 2026. 

Langkah ini mencerminkan adanya upaya diplomasi di tengah situasi yang sangat tegang. Meski demikian, penangguhan yang bersifat sementara dan bersyarat menunjukkan bahwa risiko eskalasi konflik masih tinggi.

Hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak Iran terkait tuntutan tersebut. Dunia internasional pun terus memantau perkembangan situasi, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan jalur perdagangan global.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya