Berita

Ilustrasi rupiah. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Rupiah Tembus Rekor Terendah, Ini Respons BI

RABU, 08 APRIL 2026 | 00:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) buka suara soal nilai tukar rupiah yang terperosok ke level terlemah sepanjang sejarah di angka Rp17.105 per dolar AS pada Selasa 7 April 2026. 

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti mengatakan, di tengah ketidakpastian global, pihaknya akan memaksimalkan berbagai instrumen operasi moneter guna menjaga stabilitas. 

"BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang dimiliki dan juga kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar," kata Destry dalam keterangan tertulis.


BI, lanjut Destry, akan terus hadir di pasar secara konsisten dan terukur untuk meredam gejolak nilai tukar. Intervensi dilakukan di berbagai lini, baik di pasar spot maupun instrumen derivatif.

"BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang, baik di spot market, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) maupun NDF (Non-Deliverable Forward) di offshore market," kata Destry 

Meski demikian, ia menilai, dampak konflik di Timur Tengah tidak sepenuhnya negatif bagi Indonesia. Kenaikan harga komoditas justru bisa menjadi penopang, mengingat posisi Indonesia sebagai negara pengekspor.

"Dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah, di mana kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara ekspotir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita, sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut," pungkas Destry.  

Untuk diketahui, rupiah hari ini ditutup melemah 70 poin atau 0,41 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Posisi rupiah di pasar spot hari ini sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah, melampaui titik terburuk saat masa pandemi Covid-19 yang sempat menyentuh Rp16.600 per dolar AS, serta level intraday terendah ketika krisis moneter 1998 di kisaran Rp16.800 per dolar AS.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya