Berita

Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

SELASA, 07 APRIL 2026 | 21:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Merespons isu potensi dampak dari situasi geopolitik global akibat perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran, GREAT Institute mendorong agar Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet hingga 50 persen jumlah menteri yang ada di Kabinet Merah Putih.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan saat berbincang dengan RMOL melalui sambungan telepon pada Selasa, 7 April 2026. 

”Kalau reshuffle itu mungkin 50 persen menteri-menterinya Prabowo di-reshuffle, karena kegentingan-kegentingan situasi ini kan,” ujar Syahganda.


Ia memandang, menteri-menteri seharusnya memiliki kemampuan dalam hal kinerja di pemerintahan pada kondisi global yang tidak baik-baik saja.

“Memang harus dihadapi oleh menteri-menteri yang bekerja itu ideologis dan keras,” sambungnya.

Sebagai contoh, dia menyebutkan langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang juga mengambil langkah tegas melakukan reshuffle terhadap sejumlah pos untuk memaksimalkan kinerja pemerintahannya di tengah kondisi perang saat ini.

“Bahkan kalau di Amerika itu ketika Donald Trump melakukan kerja-kerja perang, dua menteri kesayangan dia, satu menteri, satu Jaksa Agung dan tiga jenderal sudah dipecat sama Donald Trump,” ucapnya.

Oleh karena itu, Syahganda memandang tepat apabila Presiden Prabowo mengganti setengah dari jumlah menteri di Kabinet Merah Putih untuk memaksimalkan kinerja pemerintahan.

“Jadi wajar Prabowo kalau bisa ganti aja 50 persen menteri-menteri itu, untuk menghadapi situasi,” tandasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya