Berita

Tradisi Lebaran Cakung. (Foto: Tangkapan layar)

Nusantara

Tradisi Lebaran Cakung, Ziarah Makam 10 Meter hingga Rebutan Makanan

SELASA, 07 APRIL 2026 | 16:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Momen Idulfitri selalu identik dengan silaturahmi dan ziarah kubur. Namun di Gang Cakung, Desa Kranggan, Gunung Putri, Bogor, ada tradisi unik yang selalu menyedot perhatian warga setiap tahunnya.

Sebuah makam sepanjang sekitar 10 meter menjadi pusat ziarah ratusan hingga ribuan orang. Makam tersebut diyakini sebagai gabungan tiga tokoh keturunan Kerajaan Padjajaran, yakni Mbah Pidin, Mbah Rapidin, dan Mbah Saipin yang hidup sekitar abad ke-15.

Setiap H+7 Lebaran, ribuan peziarah dari berbagai daerah datang bergantian membaca tahlil dan mendoakan sosok Mbah Pidin yang dikenal sakti dan bijak semasa hidupnya. Ia juga dipercaya sebagai tokoh pemersatu umat dengan keturunan yang tersebar di wilayah Bogor hingga Bekasi.


Tradisi yang dikenal sebagai “Lebaran Cakung” ini tidak hanya menjadi ajang ziarah, tetapi juga mempererat silaturahmi antara warga Kranggan Gunung Putri dan Kranggan Bekasi. Dalam tradisi turun-temurun, warga Kranggan Bekasi dianggap “lebih muda” sehingga setiap tahun datang berkunjung sebagai bentuk penghormatan.

Suasana semakin meriah dengan tradisi unik, yakni berebut makanan. Warga yang datang membawa hidangan dari rumah, lalu saling berbagi bahkan berebut sebagai simbol kebersamaan dan keakraban.

"Tujuan Ziarah ini tentunya ingin supaya masyarakat diberikan keberkahan kemudian keselamatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari," kata salah seorang masyarakat Kranggan lewat video yang diterima redaksi, Selasa, 7 April 2026.

Tradisi ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga budaya lokal sebagai identitas bangsa.

"Ini sejarah Kranggan. Orang tua tertua paling pertama dimakamkan di sini, jadi kita semua anak cucunya ini mengadakan (ziarah) bahkan setahun dua kali di bulan maulud," sambung lainnya.

Lebaran Cakung pun menjadi bukti bahwa di tengah arus modernisasi, tradisi lokal tetap hidup dan diwariskan lintas generasi—terutama oleh generasi muda sebagai penerus bangsa.


Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya