Berita

Kolase foto Saiful Mujani dan Yusak Farchan. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Seruan Saiful Mujani Ingin Gulingkan Prabowo Tidak Cerminkan Intelektual

SELASA, 07 APRIL 2026 | 15:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Suara penggulingan Presiden Prabowo Subianto yang didengungkan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Saiful Mujani melalui video yang beredar menuai kritik keras dari berbagai pihak.

Founder Citra Institute, Yusak Farchan menilai sikap Prof. Saiful tak mencerminkan sebagai seorang yang memahami ilmu politik.

"Seharusnya sebagai polster dan intelektual, akan lebih elegan jika Prof. Saiful menyampaikan kritiknya melalui data sahih," ujar Yusak kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.


Magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu memandang, Saiful yang juga dikenal sebagai pendiri dari Lembaga Survei SMRC justru menunjukan kesan politis.

"Kalau langsung minta gulingkan pemerintahan yang sah, itu tak ubahnya seperti partisan," tuturnya.

Hal itu pernah terlihat pada hasil survei SMRC yang pernah dirilis pada 2022, menyebutkan Ganjar Pranowo selaku bakal capres kalau itu unggul dari Prabowo Subianto.

Oleh karena itu, Yusak menyayangkan kritik Saiful terhadap Presiden Prabowo malah berujung pada desakan pemakzulan, bukan justru menyampaikan gagasan solutif.

"Karena saya kira kritik berbasis data itu menjadi ciri yang selalu melekat pada kelompok intelektual," demikian Yusak menambahkan. 

Isu pelengseran Prabowo seperti gayung bersambut usai mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memprediksi adanya chaos yang terjadi pada Juli-Agustus 2026, sebagaimana diungkapkan aktivis senior Muhammad Said Didu.

"Pak JK menyatakan ini akan bisa terjadi chaos sekitar bulan Juli-Agustus. Itu yang mau dihindari," ujar Said Didu dikutip redaksi dalam diskusi yang diunggah Edy Mulyadi di akun YouTube @BANGEDYCHANNEL, Selasa, 7 April 2026.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya