Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Tangkapan layar dari siaran YouTube DPR)

Nusantara

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

SELASA, 07 APRIL 2026 | 13:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Di tengah ancaman krisis pangan global, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman untuk 10 hingga 11 bulan ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.

Amran menjelaskan bahwa pemerintah, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, saat ini memfokuskan sejumlah program utama. Program tersebut meliputi swasembada pangan, program makan bergizi, ketahanan energi, pengembangan biofuel, serta hilirisasi sektor pertanian.


Ia menambahkan, upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Dalam waktu satu tahun, Indonesia berhasil mencapai swasembada dengan kenaikan produksi sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Lebih lanjut, Amran mengungkapkan bahwa cadangan beras nasional per 7 April 2026 telah mencapai 4,6 juta ton, meningkat dari sebelumnya sebesar 4,5 juta ton. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan stok beras nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam 10 hingga 11 bulan ke depan.

Amran juga menyoroti potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa kondisi pangan nasional akan tetap terjaga.

Selain beras, pemerintah juga memastikan ketersediaan sejumlah komoditas utama lainnya dalam kondisi aman, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, dan gula pasir.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya