Berita

Ketua Umum Bulungan Bergerak, Freeghard Timmy. (Foto: Istimewa)

Politik

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

SELASA, 07 APRIL 2026 | 13:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan pemerintah memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) melalui penyesuaian harga. Ia menilai kebijakan subsidi yang besar berpotensi memperlebar defisit APBN dan menambah beban utang negara.

Salah satu dasar pertimbangannya adalah harga minyak dunia yang melonjak tinggi akibat perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang belum selesai.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Bulungan Bergerak, Freeghard Timmy, menyebut menaikkan harga BBM harus melalui perhitungan matang. Mulai dari aspek fiskal, tekanan ekonomi masyarakat, hingga konsekuensi sosial-politik telah menjadi bagian dari kalkulasi pemerintah. 


Meski demikian, Timmy mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tetap berpotensi menimbulkan efek domino, terutama terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

"Sebaiknya Pak JK jangan memaksa pemerintah untuk menaikkan harga BBM dan mengurangi subsidinya. Kesannya Pak JK hendak mengadu domba antara rakyat dengan pemerintah. Pada sisi lain, pernyataan pak JK ini menunjukkan ketidakpekaan beliau terhadap kondisi sosial ekonomi dari rakyat yang sedang susah," kata Timmy lewat keterangan tertulisnya, Selasa, 7 April 2026.

Sebagai mantan Wapres, lanjut Timmy, JK diyakini pasti mengetahui kesulitan pemerintah dalam menghadapi krisis global seperti sekarang. Pemerintah harus tetap berjuang menjaga stabilitas ekonomi dan politik dalam negeri.

"Memotong subsidi BBM bukanlah jalan satu-satunya untuk menjaga APBN agar tidak defisit. Pemerintah bisa melakukan efisiensi di berbagai sektor pengeluaran lainnya," sambungnya.

Timmy menyarankan di kondisi krisis global saat ini, sebaiknya JK sebagai negarawan bisa menunjukkan keprihatinannya dan tidak malah menggosok situasi menuju chaos. 

"Sangat disayangkan apabila beliau berada pada posisi yang berseberangan dengan pemerintah, di saat pemerintah sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk bisa menghadapi krisis global dengan baik," tutup Timmy.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya