Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Tangkapan layar dari YouTube DPR)

Politik

Mentan Ingatkan Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Diminta Waspada

SELASA, 07 APRIL 2026 | 12:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ancaman krisis pangan global kian nyata dan perlu diantisipasi secara serius oleh seluruh negara, termasuk Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan serta pimpinan BUMN sektor pangan, seperti Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, dan PT RNI/ID Food. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Komisi IV, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.

Dalam paparannya, Amran menegaskan bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan isu strategis yang menentukan keberlangsungan hidup suatu bangsa. Oleh karena itu, menjaga ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama demi memastikan kedaulatan dan masa depan negara tetap terjaga.


“Krisis pangan global semakin nyata,” ujar Amran.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan Food and Agriculture Organization (FAO), sekitar 724 juta penduduk dunia masih mengalami kelaparan. Kondisi tersebut diperparah oleh konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mendorong tambahan sekitar 40 juta orang jatuh ke dalam krisis pangan.

Di tengah situasi tersebut, Amran menyoroti mulai masuknya para investor besar ke sektor pertanian secara masif, termasuk melalui pembelian lahan skala luas, investasi agribisnis, hingga pembangunan ekosistem pangan berbasis teknologi.

Menurutnya, sektor pertanian juga diproyeksikan menjadi salah satu bidang dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030. Hal ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan global serta berkembangnya inovasi seperti pertanian berbasis data, bioteknologi, dan vertical farming.

Amran menekankan bahwa pangan kini semakin dipandang sebagai aset strategis yang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan geopolitik dunia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya