Berita

Ilustrasi (Foto: Kemenag)

Nusantara

1,7 Juta Siswa Madrasah dan Santri Siap Tempuh AN-TKA 2026

SELASA, 07 APRIL 2026 | 09:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Agama resmi meluncurkan integrasi Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026. 

Agenda besar ini menjangkau lebih dari 1,7 juta pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga santri di Pondok Pesantren di seluruh penjuru tanah air.

Pelaksanaan ujian dilakukan secara bertahap. Untuk jenjang MTs berlangsung pada 6-16 April 2026 dan untuk jenjang MI berlangsung pada 20-30 April 2026.


Kegiatan ini terbagi dalam lima gelombang yang mencakup 10 hari pelaksanaan dan 20 sesi, menjadikannya salah satu tonggak evaluasi pendidikan Islam terbesar di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menjelaskan bahwa penggabungan AN dan TKA merupakan langkah transformatif dalam sistem penilaian. 

“Ini bukan sekadar asesmen. Kita sedang membangun sistem evaluasi berbasis data yang mampu membaca kualitas pendidikan secara utuh—baik pada level sistem maupun capaian individu murid,” tegasnya di Jakarta, Senin 6 April 2026. 

Amien menambahkan bahwa AN berperan mendiagnosis mutu pendidikan secara nasional, sementara TKA memotret kemampuan akademik siswa secara spesifik. Kolaborasi keduanya diharapkan menghasilkan kebijakan pendidikan yang lebih akurat dan responsif.

Antusiasme lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag tergolong sangat tinggi. 

Data Ditjen Pendidikan Islam menunjukkan pada jenjang MI, sebanyak 25.628 dari 26.178 lembaga (97,9 persen) telah mendaftar, dengan 659.567 murid (99,01 persen) yang akan mengikuti TKA dari total 666.182 siswa. 

Pada jenjang MTs, ada 18.899 dari 19.376 lembaga (97,54 persen) yang telah terdaftar. Total ada 1.005.408 siswa (96,71 persen) yang akan mengikuti TKA dari total 1.039.585 murid. 

Untuk pesantren, dari 2.222 lembaga, ada 1.605 lembaga (72,23 persen) yang mendaftar, dengan tingkat partisipasi santri mencapai 45.163 orang (84,07 persen) dari total 53.721 santri.

Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, memberikan perhatian khusus pada keterlibatan pesantren. 

“Kami melihat tren yang positif, tetapi juga menyadari masih ada ruang peningkatan, terutama dalam kesiapan infrastruktur dan integrasi sistem di pesantren,” ungkapnya.

TKA 2026 mayoritas dilaksanakan secara daring (online), dengan persentase penggunaan moda daring mencapai 97,57 persen di MI, 94,13 persen di MTs, dan 97,13 persen di pesantren. 

Meski demikian, verifikasi infrastruktur masih terus dikejar, di mana MI mencapai 73,69 persen, MTs 67,77 persen, dan pesantren di angka 40,31 persen.

Nyayu menekankan bahwa akurasi hasil adalah hal utama. 

“Kualitas pelaksanaan menjadi prioritas kami. Tidak hanya jumlah peserta, tetapi juga memastikan bahwa pelaksanaan berjalan kredibel, adil, dan mencerminkan kemampuan riil peserta didik,” pungkasnya.

Selama dua hari, para peserta akan diuji melalui materi; Matematika 30 soal (75 menit), Bahasa Indonesia 30 soal (75 menit), dan Soal Karakter 20 menit per hari.

Program ini tidak hanya bertujuan mengukur standar akademik, tetapi juga menjamin penyetaraan kualitas pendidikan nonformal dan meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun evaluasi. Hasil AN-TKA nantinya akan menjadi dasar intervensi kebijakan demi meningkatkan daya saing lulusan madrasah.

Sebagai penutup, Dirjen Pendidikan Islam optimistis bahwa langkah ini adalah investasi masa depan. 

“Ini adalah pijakan menuju masa depan pendidikan Islam yang lebih adaptif, terukur, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya