Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Ancaman Trump Bikin Harga Minyak Terus Naik

SELASA, 07 APRIL 2026 | 09:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia belum menunjukkan tanda-tanda penurunan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Pernyataan keras Presiden AS Donald Trump terkait ancaman terhadap Iran menjadi salah satu pemicu utama kenaikan ini, terutama karena berkaitan langsung dengan keamanan jalur distribusi energi global.

Dikutip dari Reuters, Selasa 7 April 2026, pada perdagangan terbaru harga minyak mentah Brent naik sekitar 0,5 persen ke level 110,34 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal AS melonjak lebih tinggi, yakni 1,1 persen menjadi 113,67 Dolar AS per barel. 


Ketegangan meningkat setelah Trump mengancam akan mengambil tindakan keras, bahkan menyerang infrastruktur sipil Iran jika negara tersebut tidak segera membuka kembali Selat Hormuz. Ia bahkan menyatakan Iran bisa dihancurkan jika tidak memenuhi tenggat waktu yang ia tetapkan.

Di sisi lain, Iran menolak tekanan tersebut. Teheran tidak hanya menolak membuka kembali selat, tetapi juga menolak usulan gencatan senjata sementara. Mereka menegaskan bahwa konflik harus diakhiri secara permanen, bukan hanya dihentikan sementara.

Penutupan Selat Hormuz sejak akhir Februari telah mengganggu arus pasokan energi global. Situasi ini diperparah oleh aksi militer dan ketegangan di kawasan, termasuk penghentian kapal tanker serta terbatasnya pergerakan kapal melalui jalur tersebut. Akibatnya, pasar menjadi sangat sensitif terhadap setiap perkembangan politik dan militer.

Menurut analis pasar, saat ini faktor waktu dan perkembangan politik memiliki pengaruh yang hampir sama besar dengan faktor fundamental dalam menentukan harga minyak. Harapan akan tercapainya gencatan senjata memang bisa menahan kenaikan harga, tetapi risiko gangguan pasokan tetap menjadi tekanan utama.

Ketegangan juga meluas ke kawasan lain. Serangan dan intersepsi rudal dilaporkan terjadi di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Suriah. Selain itu, serangan drone di fasilitas minyak Rusia turut menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan global.

Di tengah kondisi tersebut, permintaan terhadap minyak dari sumber alternatif meningkat tajam. Harga minyak AS bahkan mencatat premi tertinggi karena negara-negara di Asia dan Eropa berlomba mencari pasokan pengganti dari kawasan Timur Tengah yang terganggu.

Meskipun kelompok produsen minyak OPEC+ telah sepakat meningkatkan produksi pada Mei, langkah ini dinilai belum cukup efektif. Pasalnya, beberapa negara anggota tidak mampu menaikkan produksi secara signifikan karena jalur ekspor masih terhambat oleh konflik yang berlangsung.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya