Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Logam Mulia Kompak Terkoreksi

SELASA, 07 APRIL 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas mengalami koreksi seiring sikap waspada para investor. Fokus pasar tertuju pada eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya menjelang tenggat waktu krusial terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan Reuters,  berikut adalah rincian harga logam mulia pada penutupan Senin 6 April 2026 atau Selasa dini hari WIB. 

Emas spot melemah 0,4 persen menjadi 4.654,99 persen per ons
Emas berjangka AS ditutup menguat tipis 0,1 persen ke level 4.684,70 Dolar AS

Emas berjangka AS ditutup menguat tipis 0,1 persen ke level 4.684,70 Dolar AS
Perak spot turun 0,3 persen menjadi 72,81 Dolar AS per ons
Platinum terkoreksi 0,6 persen ke posisi 1.976,21 Dolar AS 
Paladium merosot 1,1 persen menjadi 1.487,22 Dolar AS per ons.

Ketidakpastian di Timur Tengah masih menjadi katalis utama pasar. Meski Iran menyatakan keinginan untuk mengakhiri konflik secara permanen dengan AS dan Israel, mereka tetap menolak desakan pembukaan Selat Hormuz melalui skema gencatan senjata sementara. 

Situasi memanas setelah Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa Teheran akan menghadapi konsekuensi besar jika kesepakatan tidak tercapai hingga batas waktu, bahkan mengancam akan "menghujani neraka" ke Iran jika jalur negosiasi menemui jalan buntu.

Pasar saat ini mencermati hubungan antara konflik geopolitik dan kebijakan moneter global. Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy TD Securities, mengatakan, jika konflik berkepanjangan, harga minyak berpotensi terus meningkat akibat pengetatan pasokan, yang pada akhirnya dapat mendorong tekanan inflasi.

Kenaikan harga energi ini diprediksi akan menyulitkan langkah Federal Reserve (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan. 

Jika inflasi terus naik, wacana kenaikan suku bunga bisa kembali muncul—sebuah sentimen yang umumnya menekan daya tarik emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Selain memantau fluktuasi harga minyak yang mulai merangkak naik, pelaku pasar juga menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat pekan ini sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed. 

Risalah rapat kebijakan Federal Reserve periode Maret akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) akan dirilis pada Kamis.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Thoriqoh itu Fokus ke Allah, Bukan ke Jokowi dan PSI

Selasa, 01 September 2026 | 05:52

Enam Program Prioritas Sektor Kelautan-Perikanan Jamin Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 01 September 2026 | 05:26

IAW Soroti Tersendatnya INA-24: Sampai Kapan Berlindung di Balik Warisan?

Selasa, 01 September 2026 | 04:53

Prabowo Terima KTA NU

Selasa, 01 September 2026 | 04:29

Onduline Siapkan Produk dan SDM Terbaik Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 01 September 2026 | 03:59

Tragedi Kelas Menengah, Terjepit dan Terlupakan

Selasa, 01 September 2026 | 03:47

Sempat 13 Hari Hilang Kontak di Laut, Awak KM El Malika Bersiap Kembali ke Rumah

Selasa, 01 September 2026 | 03:25

TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Selasa, 01 September 2026 | 02:55

Usung Konsep "Moving for Longevity", Fervid Pilates Studio Perluas Edukasi Komunitas

Selasa, 01 September 2026 | 02:42

Merawat Konsep Ekonomi-Politik Hatta

Selasa, 01 September 2026 | 02:20

Selengkapnya