Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Pusat. (Foto: Tangkapan layar SCTV)

Publika

Saiful Mujani Lebih Revolusioner dari JK

SELASA, 07 APRIL 2026 | 06:35 WIB

TERNYATA, ada yang lebih revolusioner daripada Jusuf Kalla (JK), yakni Saiful Mujani. Seorang profesor di bidang politik, dedengkot lembaga survei di Indonesia. Mulai dari LSI hingga SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting). 

Saiful Mujani menyerukan konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto lewat cara-cara inkonstitusional alias makar.

Mungkin karena itulah JK melakukan konferensi pers kemarin. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya selama ini bukan upaya konsolidasi untuk menjatuhkan Prabowo, seperti yang dikatakan Saiful Mujani dalam acara yang agaknya bertajuk halalbihalal itu. 


Acara halalbihalal dijadikan ajang buat konsolidasi menjatuhkan Prabowo, aneh juga? JK ingin "cuci tangan" terhadap orang seperti Saiful Mujani itu.

JK mengatakan bahwa oranglah yang mendatangi dirinya, bukan dia yang mengkonsolidasi mereka. 

Mereka adalah orang yang ahli di bidangnya; para profesional atau profesor, istilah JK. 

Tapi, JK lupa, kurang profesional atau profesor apa seorang Saiful Mujani? Itu bukan jaminan. 

Sebab, dengan penuh percaya diri, Saiful Mujani justru mengajak orang menjatuhkan Prabowo secara tidak sah.

Tapi, JK punya bukti-bukti yang kuat bahwa apa yang dilakukannya benar-benar memberikan masukan kepada Presiden Prabowo, dan bukan untuk menjatuhkan Prabowo. 

JK memperlihatkan surat-surat atau poin-poin dari forum diskusi yang dilakukannya dan sudah diserahkan kepada Presiden Prabowo, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

JK tahu betul bahwa ajakan yang digaungkan Saiful Mujani untuk menjatuhkan Presiden Prabowo, baik sebagian kecil maupun sebagian besar, adalah di hadapan orang-orang yang juga mendatangi dirinya di rumahnya. 

Feri Amsari salah satunya. Jadi, wajar juga, JK buru-buru melakukan konferensi pers untuk "cuci tangan", bahwa dia sama sekali berbeda dengan ajakan yang digaungkan Saiful Mujani dalam acara halalbihalal itu.

Orang yang paham demokrasi belum tentu demokratis. Saiful Mujani tahu persis sebagai orang yang paham cara kerja survei, bahwa 58 persen kemenangan Prabowo itu bukanlah angka yang mudah disulap. 

Tapi karena benar-benar anti-Prabowo, ia tak bisa menerima kenyataan politik seperti itu. 

Kini ia mengajak orang untuk mengambil alih kekuasaan lewat cara-cara yang diketahuinya itu tidak dibenarkan. Ia sudah senewen memikirkan kekuasaan.

Kaum revolusioner senewen akhir-akhir ini benar-benar kehilangan akal sehat. BBM tak dinaikkan, mereka justru menyuarakan agar dinaikkan. 

Alasannya, agar masyarakat tidak boros. Rakyat diberi makan mereka menolak, karena itu korupsi atau pemborosan, katanya. 

Swasembada pangan dan energi yang digaungkan pemerintah justru dianggapnya pembohongan publik. Kaum revolusioner senewen seperti ini memang tak layak diikuti apa pun kata mereka.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya