Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres RI)

Politik

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

SELASA, 07 APRIL 2026 | 01:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Narasi pemakzulan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang digaungkan sejumlah pihak, tidak berdiri di ruang hampa. 

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah menilai, gerakan tersebut justru mencerminkan kegelisahan dan ketakutan dari kelompok tertentu terhadap potensi langkah tegas pemerintah ke depan.

Menurut Amir, pihak-pihak yang teriak pemakzulan itu sejatinya sedang mencari kawan. 


"Mereka berupaya membangun opini seolah ada ancaman besar, padahal yang terjadi adalah ketakutan terhadap kemungkinan terbongkarnya kasus-kasus besar,” ujar Amir dalam keterangannya, dikutip Selasa 7 April 2026.

Amir melihat, arah isu pemakzulan tidak secara eksplisit menyasar figur tertentu, namun lebih sebagai strategi komunikasi politik untuk membangun tekanan. 

Dalam perspektif intelijen, kata dia, pola seperti ini sering digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu yang lebih substansial.

Ia menyebut, narasi ancaman terhadap pemerintahan justru menjadi “tameng psikologis” bagi pihak-pihak yang merasa terancam oleh agenda penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan korupsi.

“Ancaman itu tidak nyata, tapi dikonstruksi. Ini bagian dari operasi opini. Orang yang berteriak keras justru sedang menyembunyikan ketakutan,” kata Amir.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya