Berita

Khalilur R Abdullah Sahlawiy. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Gus Lilur: Muktamar NU Harus Bersih dari Politik Uang

SENIN, 06 APRIL 2026 | 23:37 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mengingatkan agar pelaksanaan Muktamar NU mendatang benar-benar bersih dari praktik politik uang.

Menurutnya, praktik politik uang tidak hanya mencederai proses pemilihan di internal organisasi, tetapi juga berpotensi menggadaikan masa depan NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

“Sebelum muktamar bergerak terlalu jauh dalam dinamika kandidat dan konfigurasi kekuatan, ada satu hal yang harus ditegaskan sejak awal, yakni politik uang adalah haram dan NU tidak boleh dibangun di atas sesuatu yang haram,” ujar Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 April 2026.


Pelabelan haram terhadap politik uang bukan sekadar pengulangan norma moral, melainkan penegasan arah agar proses muktamar tetap menjadi ruang pemilihan yang bermartabat, bukan arena transaksi kekuasaan.

Gus Lilur mengingatkan seluruh peserta muktamar harus memastikan diri tidak terlibat dalam praktik tersebut, baik menerima, menegosiasikan, maupun menjadi bagian dari distribusi uang.

“Terlebih jika uang itu berasal dari praktik korupsi. Karena pada titik itu persoalannya tidak lagi sekadar pelanggaran etik, tetapi juga berpotensi menjadi persoalan hukum,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik tersebut berpotensi menyeret organisasi ke dalam jejaring korupsi bahkan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Menerima politik uang bukan hanya menjual suara, tetapi juga menggadaikan masa depan NU,” kata pengusaha nasional asal Situbondo itu.

Karena itu, ia mendorong PBNU berani mengambil langkah tegas untuk membersihkan organisasi dari pihak-pihak yang terindikasi terlibat praktik korupsi.

Menurutnya, citra NU belakangan ikut terdampak oleh berbagai isu yang beririsan dengan tata kelola kekuasaan, termasuk kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji. Terlepas dari proses hukum yang berjalan, ia menilai isu tersebut telah memengaruhi persepsi publik terhadap organisasi.

“NU harus menunjukkan bahwa integritas bukan sekadar slogan. Caranya dengan menindak tegas siapa pun di dalam kepengurusan yang terindikasi terlibat korupsi,” tambahnya.

Selain itu, Gus Lilur juga menyoroti kecenderungan NU dijadikan kendaraan politik kekuasaan. Menurutnya, banyak politisi melihat NU sebagai basis legitimasi dan mobilisasi politik sehingga berupaya masuk dan mempengaruhi arah organisasi.

“Mereka masuk, berjejaring, lalu perlahan mengarahkan organisasi sesuai kepentingannya,” ujarnya.

Muktamar ke-35 NU direncanakan akan diselenggarakan pada pertengahan tahun 2026, tepatnya sekitar bulan Juli atau Agustus 2026. PBNU telah menunjuk Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai ketua panitia utama untuk mempersiapkan forum tertinggi organisasi tersebut.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya