Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Purbaya: Masyarakat Tidak Usah Khawatir, Uang Kita Cukup

SENIN, 06 APRIL 2026 | 20:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan memakai Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang dimiliki sebesar Rp420 triliun untuk mengantisipasi lonjakan subsidi BBM jika harga minyak dunia tak terkendali.

Saat ini, pemerintah kata Purbaya masih memiliki ruang untuk menjaga stabilitas APBN meski harga minyak bergerak naik. Bahkan, dengan asumsi harga minyak rata-rata 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun, defisit anggaran diyakini masih bisa dijaga di bawah 3 persen.

"Saya sudah exercise dengan harga minyak dunia rata-rata 100 Dolar AS per barrel sampai akhir tahun dan dengan pemotongan di sana sini, penghematan di sana sini kita bisa pastikan defisitnya masih di sekitar 2,9 persen di saat itu," kata Purbaya di Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Senin, 6 April 2026.


Namun, ia juga mengantisipasi skenario terburuk apabila harga minyak melonjak lebih tinggi dari perkiraan.

"Kalau ke pepet gimana? Misalnya harganya lebih tinggi saja saya tidak terkendali misalnya. Selama supply-nya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp420 triliun rupiah yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau SAL. Kalau ke pepet itu masih bisa dipakai,"tegasnya.

Meski membuka peluang tersebut, Purbaya menegaskan bahwa langkah penggunaan SAL untuk menghadapi dinamika yang terjadi masih cukup jauh. 

Dia meyakini, potensi harga minyak di atas 100 dolar AS per barel tidak akan bertahan lama, karena kondisi politik yang sedang terjadi di Amerika Serikat terutama gelombang demonstrasi di negara Paman Sam itu.

“Tapi rasanya kita ke sana (pakai SAL) masih jauh karena harga minyak kecil peluangnya bertahan di atas 100 Dolar AS untuk waktu yang berkepanjangan kalau kita lihat politiknya di Amerika Serikat seperti apa,” tambah Purbaya. 

Purbaya pun meminta masyarakat untuk tidak khawatir, karena saat ini pemerintah masih memiliki banyak uang untuk menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri.

"Jadi, masyarakat tidak usah khawatir dan berspekulasi bahwa negara kehabisan uang. Uangnya banyak, kayak orang beunghar (kaya) lah. Uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya ke kami, dan kami sudah hitung cukup," tandasnya.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya