Berita

Upacara pelepasan tiga Prajurit TNI yang gugur di Lebanon (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Gibran Absen di Upacara Kehormatan Prajurit TNI Gugur Tidak Perlu Ditafsirkan Beragam

SENIN, 06 APRIL 2026 | 15:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Absennya Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Upacara Penghormatan tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon menimbulkan tafsir beragam di masyarakat.

Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud memandang perihal Gibran absen dalam suatu momentum kenegaraan, seharusnya bukan menjadi persoalan. Apalagi terdapat Presiden Prabowo Subianto dalam momentum tersebut.

Irvan juga melihat ketidakhadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam prosesi tersebut tidak perlu memunculkan beragam tafsir, terlebih jika bernada negatif yang tidak memiliki manfaat bagi kebijakan pemerintahan.


"Jadi secara politik, ketidakhadiran Gibran bukan cerminan perbedaan sikap atau arah kebijakan," ujar Irvan kepada RMOL di Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Dia menilai, dalam pandangan ilmu pemerintahan telah jelas mengenai porsi dan tugas dari pejabat-pejabat kenegaraan, sehingga bisa menjalankan tata kelola pemerintahan dengan baik.

Dalam konteks kegiatan Upacara Penghormatan 3 prajurit TNI yang gugur di Lebanon, ketidakhadiran Gibran merupakan bagian dari proporsional kinerja pemerintahan.

"Dalam praktik pemerintahan, pembagian tugas sering kali menjadi faktor utama yang mempengaruhi kehadiran pejabat dalam suatu acara," tuturnya.

Lebih lanjut, Irvan meyakini secara substansi kebijakan luar negeri dan komitmen Indonesia dalam misi perdamaian dunia dipastikan tetap berjalan konsisten.

Termasuk menurutnya, soal dorongan publik yang meminta Presiden untuk menarik pasukan Indonesia dari Lebanon masuk dalam pertimbangan Presiden Prabowo.

“Negara harus meningkatkan dukungan: sisi diplomasi, perlengkapan, maupun mitigasi risiko bagi pasukan penjaga perdamaian,” demikian Irvan menambahkan.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya