Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Hadapi El Nino 'Godzilla', Stok Pangan RI Dipastikan Aman hingga 11 Bulan

SENIN, 06 APRIL 2026 | 13:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi akibat fenomena El Nino yang dijuluki “Godzilla”. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, stok pangan Indonesia berada dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Amran memproyeksikan, ketersediaan pangan nasional, khususnya beras, mampu mencukupi hingga 11 bulan ke depan. 


Kondisi ini dinilai cukup kuat untuk mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan, sehingga tidak akan mengganggu stabilitas pasokan dalam negeri.

“Artinya, 11 bulan ke depan ini aman. Stoknya untuk rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan hanya 6 bulan. Berarti aman, pangan aman,” kata Amran, seperti dikutip pada Senin, 6 April 2026.

Perhitungan tersebut didasarkan pada akumulasi stok beras nasional yang tersebar di berbagai sektor. Mulai dari cadangan pemerintah di gudang Bulog, stok yang dimiliki swasta, hingga potensi produksi dari panen yang sedang dan akan berlangsung dalam waktu dekat.

Saat ini, stok beras di gudang Bulog tercatat mencapai 4,5 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5 juta ton dalam 20 hari ke depan. 

Jumlah tersebut disebut sebagai capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, mencerminkan kuatnya intervensi dan kebijakan pemerintah dalam menjaga cadangan pangan strategis.

“Ini belum pernah terjadi seperti yang kita lihat hari ini,” ujar Amran.

Selain itu, kontribusi dari sektor swasta, termasuk perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka), mencapai 12,5 juta ton. 

Ditambah lagi potensi hasil panen dari tanaman yang sudah ada (standing crop) sebesar 11 juta ton, serta tambahan produksi sekitar 2 juta ton per bulan melalui program pompanisasi selama periode El Nino, yang diperkirakan menghasilkan tambahan hingga 12 juta ton.

Dengan total akumulasi tersebut, pemerintah optimistis stok beras nasional tidak hanya mampu bertahan selama masa kekeringan, tetapi juga mencukupi hingga periode panen puncak tahun 2027. 

“Berarti bisa sampai Maret, panen puncak tahun depan, aman. Bahkan bisa overlap sampai April 2027. Jadi, aman,” pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya