Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Awal Pekan Harga Minyak Naik Makin Tinggi

SENIN, 06 APRIL 2026 | 08:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar minyak terus bergejolak hingga kini, mengerek harga naik seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dikutip dari Reuters, pada perdagangan Senin, 6 April 2026, harga minyak mentah Brent naik sekitar 1,6 persen menjadi 110,74 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat naik 0,6 persen ke level 112,25 Dolar AS per barel.

Kenaikan ini terjadi karena pasar semakin cemas terhadap gangguan distribusi minyak dari Timur Tengah, salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di dunia. Hal ini akibat masih ditutupnya Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pengiriman minyak dari negara-negara seperti Irak, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab, sejak perang pecah pada 28 Februari. Kondisi ini membuat arus ekspor minyak terganggu.
Akibatnya, banyak kilang minyak di berbagai negara mulai mencari sumber pasokan alternatif, terutama dari Amerika Serikat dan kawasan Laut Utara.

Akibatnya, banyak kilang minyak di berbagai negara mulai mencari sumber pasokan alternatif, terutama dari Amerika Serikat dan kawasan Laut Utara.

“Para pembeli global kini menawar secara agresif untuk mendapatkan pasokan minyak, terutama dari wilayah Pantai Teluk AS,” tulis Schork Group dalam catatannya.

Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran. Dalam pernyataan terbarunya, ia memperingatkan bahwa AS bisa menargetkan infrastruktur penting Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.

Meski begitu, beberapa kapal masih diizinkan melintas. Iran dilaporkan memberi akses bagi kapal dari negara-negara yang dianggap bersahabat, termasuk kapal tanker Oman, kapal kontainer Prancis, dan kapal pengangkut gas dari Jepang.

Di sisi lain, upaya diplomasi untuk menghentikan konflik tampaknya belum membuahkan hasil. Iran disebut menolak bertemu pejabat AS dalam pembicaraan yang direncanakan di Islamabad, Pakistan, sehingga peluang gencatan senjata semakin kecil.

Untuk menstabilkan pasar, kelompok produsen minyak OPEC+ menyepakati kenaikan produksi sekitar 206.000 barel per hari mulai Mei. Namun, peningkatan ini diperkirakan tidak akan signifikan karena sejumlah negara anggota juga terdampak konflik dan tidak mampu menaikkan produksi secara optimal.

Selain itu, pasokan dari Rusia turut terganggu akibat serangan drone Ukraina terhadap terminal ekspor di Laut Baltik, meski fasilitas tersebut dilaporkan mulai kembali beroperasi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya