Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: FB Prabowo)

Politik

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

SENIN, 06 APRIL 2026 | 06:07 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Keterlibatan kelompok bisnis yang merasa dirugikan oleh kebijakan “bersih-bersih” pemerintahan Prabowo Subianto berpeluang ikut cawe-cawe untuk menjatuhkan kekuasaan yang sah.

“Mereka yang terganggu secara ekonomi mulai mencari kanal politik. Ini berbahaya jika bertemu dengan kelompok yang memang punya agenda pemakzulan,” kata pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, dikutip Senin 6 April 2026.

Amir juga menyinggung adanya narasi pemakzulan yang sebelumnya sempat mencuat di ruang publik. Menurutnya, isu tersebut belum sepenuhnya padam dan berpotensi muncul kembali dengan momentum yang tepat.


Yang menarik, Amir menyebut adanya kelompok yang bergerak secara diam-diam, termasuk pihak-pihak yang secara formal berada dalam lingkar kekuasaan.

“Secara kasat mata mungkin tidak terlihat, tapi ada kelompok yang menunggu momentum. Mereka tidak bergerak terbuka,” kata Amir.

Amir bahkan mengaitkan hal ini dengan potensi skenario suksesi kekuasaan, di mana sebagian pihak disebut berharap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat naik menggantikan jika terjadi krisis politik.

Dalam analisis yang lebih luas, Amir juga menyinggung kemungkinan adanya dukungan jaringan internasional dalam dinamika ini. Salah satu nama yang disebut adalah George Soros.

“Dalam banyak kasus global, instabilitas politik seringkali tidak berdiri sendiri. Ada jaringan, ada kepentingan, dan ada desain yang lebih besar,” pungkas Amir.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya