Berita

Aksi solidaritas di depan Kedubes AS di Jakarta. (Foto: Akun X Mardani Ali Sera)

Politik

Kedubes AS Digeruduk Massa Usai Prajurit TNI Gugur di Misi Perdamaian

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 08:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon akibat serangan militer Israel memantik aksi solidaritas di Jakarta.

Aksi tersebut digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta pada Minggu pagi, 5 April 2026, dengan dihadiri sejumlah tokoh, termasuk anggota DPR RI Mardani Ali Sera.

Dalam aksi itu, massa menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI, yakni Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.


Selain itu, lima prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, yaitu Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, serta Praka Deni Rianto.

Para peserta aksi menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan. Mereka mendesak agar tindakan tersebut tidak dibiarkan tanpa konsekuensi tegas dari komunitas internasional.

Lewat akun X miliknya, Mardani Ali Sera turut menyampaikan keprihatinan sekaligus kemarahan atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap pasukan perdamaian harus ditindak tegas.

"Pagi yang cerah bersama para pejuang kemerdekaan Palestina di depan Kedubes AS. Tiga prajurit terbaik kita gugur," katanya.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB ini juga menjadi bentuk solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Massa mengajak publik untuk terus menyuarakan kepedulian serta mendukung kemerdekaan Palestina.

"Hukum zionis Israel yang kian rasis," tegas Mardani yang merupakan Politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Selama ini, Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu sekutu utama Israel dalam berbagai kebijakan politik dan militernya di Timur Tengah. Dukungan tersebut, baik dalam bentuk diplomasi maupun bantuan pertahanan, kerap menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai turut memperkuat tindakan agresif Israel. 

Dalam konteks ini, massa aksi menilai sikap Amerika Serikat tidak bisa dilepaskan dari eskalasi konflik yang berdampak luas, termasuk terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Suasana aksi berlangsung tertib dengan diwarnai doa bersama dan seruan kecaman terhadap agresi yang dinilai semakin memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya