Berita

Ketua Paguyuban Mitra SPPG BGN Kabupaten Madiun, Teten Sutendi (kedua dari kanan). (Foto: RMOLJatim/Istimewa)

Nusantara

Puluhan SPPG di Madiun Bentuk Paguyuban Demi Tingkatkan Pelayanan

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 04:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Madiun resmi membentuk paguyuban untuk memitigasi masalah keamanan pangan dan pelayanan di lapangan. 

Pembentukan wadah bernama Paguyuban SPPG BGN Madiun Raya ini juga untuk pengawasan internal agar setiap mitra patuh terhadap Standard Operating Procedure (SOP) nutrisi yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Wadah ini bertujuan memastikan kualitas, keamanan pangan, dan kepatuhan seluruh mitra dalam menerapkan standar nutrisi BGN. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk menjaga profesionalisme serta memitigasi kendala pelayanan di lapangan," ujar Ketua Paguyuban Mitra SPPG BGN Kabupaten Madiun, Teten Sutendi dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggu, 5 April 2026.


Sekretaris Paguyuban, Ruslan menambahkan, hal yang segera mungkin dilakukan setelah pembentukan paguyuban adalah membangun komunikasi dua arah dengan berbagai pemangku kepentingan. 

Ia mengaku dalam waktu dekat sudah menjadwalkan audiensi dengan Bupati Madiun, jajaran DPRD, hingga unsur aparatur penegak hukum (APH) hingga media.

"Kami akan segera melakukan kunjungan untuk menyamakan persepsi. Hubungan baik dengan stakeholder dan media sangat penting agar program MBG ini mendapatkan dukungan penuh dan berjalan transparan," ungkap Ruslan.

Ia juga menjelaskan, paguyuban berkomitmen membentuk tim monitoring. Untuk memantau langsung proses persiapan makanan di setiap titik distribusi. Termasuk kegiatan anjangsana ke sekolah-sekolah guna berinteraksi langsung dengan para siswa penerima manfaat. 

"Dengan pengawasan berlapis dan pendekatan persuasif ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Madiun dapat menjadi percontohan yang bersih, higienis, dan tepat sasaran," pungkas Ruslan.


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya