Berita

Ilustrasi kapal tanker Mitsui OSK Lines Jepang (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Channel Japan by Nikkei)

Global

Kapal Minyak Jepang, Prancis dan Oman Mulai Keluar dari Selat Hormuz

SABTU, 04 APRIL 2026 | 12:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa kapal dari Jepang, Prancis, dan Oman dilaporkan mulai melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan.

Iran mulai menutup selat setelah serangan udara oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari. Beberapa waktu kemudian Teheran mengizinkan kapal yang tidak memiliki hubungan dengan AS atau Israel untuk tetap melintas.

Selat Hormuz merupakan jalur vital karena menjadi rute sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Karena itu, pasar energi global sangat memperhatikan tanda-tanda normalisasi lalu lintas di kawasan ini.


Dikutip dari Reuters, Sabtu 4 April 2026, tercatat tiga kapal tanker milik Oman, satu kapal kontainer milik perusahaan Prancis, serta satu kapal pengangkut LNG yang terkait Jepang berhasil melewati selat tersebut pada Kamis. Kapal Prancis bahkan menandai identitasnya dengan mengubah sistem pelacakan menjadi “pemilik Prancis” sebelum memasuki wilayah Iran.

Di sisi lain, banyak kapal memilih mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) saat melintas, sehingga pergerakan mereka tidak terdeteksi dalam data pelacakan publik.

Oman, yang sebelumnya menjadi mediator dalam perundingan antara Iran dan AS, juga terlihat aktif. Kapal-kapal yang dioperasikan oleh perusahaan Oman ikut keluar dari Teluk melalui jalur tersebut.

Dari Jepang, perusahaan pelayaran Mitsui OSK Lines mengonfirmasi bahwa kapal LNG Sohar LNG telah berhasil melintasi Selat Hormuz. Ini menjadi kapal terkait Jepang pertama yang berhasil melewati jalur itu sejak konflik dimulai.

Meski begitu, situasi belum sepenuhnya normal. Hingga Jumat pagi, sekitar 45 kapal yang dimiliki atau dioperasikan perusahaan Jepang masih tertahan di kawasan tersebut, menurut data kementerian transportasi Jepang.

Selain itu, beberapa kapal lain juga terlihat mengikuti rute serupa melalui perairan Iran, termasuk kapal tanker LPG milik Jepang dan kapal pengangkut gas berbendera Panama yang menuju China.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya