Berita

Bangunan runtuh di kota Arad, Israel selatan setelah dihantam Iran. (Foto: New York Post

Politik

Konflik Iran-Israel Memasuki Pekan Keenam, Gencatan Senjata Masih Buntu

SABTU, 04 APRIL 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Memasuki pekan keenam, konflik antara Iran dan Israel masih belum menunjukkan tanda-tanda gencatan senjata. Kondisi ini mencerminkan kebuntuan diplomasi, terutama karena minimnya mediator yang efektif serta sikap kedua pihak yang tetap bertahan pada posisi masing-masing.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik akan berlangsung lebih lama, bahkan berpotensi meluas ke kawasan regional.

Ketua Pusat Studi Amerika Universitas Indonesia, Suzie Sudarman, menilai belum ada titik temu karena tidak ada pihak yang mampu menjembatani kepentingan kedua kubu.


Perkembangan terbaru ditandai dengan jatuhnya puing hasil intersepsi rudal Iran di wilayah Israel. Insiden ini menyebabkan korban jiwa serta kerusakan bangunan.

Berdasarkan data layanan darurat Israel, sedikitnya 19 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Di saat yang sama, konflik turut meluas ke Lebanon melalui keterlibatan kelompok Hizbullah. Serangan balasan pun terus terjadi di berbagai titik, memperumit situasi keamanan di kawasan.

Kondisi ini semakin menyulitkan upaya diplomasi yang tengah dilakukan secara tertutup oleh sejumlah negara.

“Kan ada kelompok empat negara itu yang sedang melakukan negosiasi di balik layar ya, Pakistan dan kawan-kawan ya,” ujar Suzie di Jakarta, Sabtu, 4 April 2026.

Namun hingga kini, negosiasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang konkret.

Menurut Suzie, Iran tidak akan mudah menerima tekanan untuk menghentikan perang karena merasa bukan pihak agresor.

“Iran kan bukan negara agresor. Jadi jangan diharap dia melakukan sesuatu untuk menyerahkan diri,” jelasnya.

Dengan belum adanya kesepakatan damai serta meningkatnya keterlibatan aktor regional maupun global, konflik ini dinilai masih jauh dari penyelesaian. Jika situasi terus berlanjut, ketegangan berisiko semakin meningkat dan berlangsung dalam jangka waktu yang tidak singkat.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya